Indonesia menjajaki pasar produk unggas di Timur Tengah

id ayam

Indonesia menjajaki pasar produk unggas di Timur Tengah

Ilustrasi daging ayam olahan (Foto Antara)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Kementerian Pertanian Indonesia siap menjajaki pasar produk unggas di Timur Tengah untuk tujuan ekspor produksi nasional.

         Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita di Jakarta, Jumat mengatakan hal tersebut didasari Indonesia telah mampu memenuhi kebutuhan daging olahan ayam Jepang, Timor Leste, Papua Nugini dan negara Asia Tengga lainnya.

         "Selain itu karena Timur Tengah mulai tidak lagi menerima produk unggas Eropa karena adanya kasus penyakit. Nah kesempatan ini mau kita ambil," ujarnya ketika mendampingi Menteri Pertanian melepas ekspor produk unggas ke Jepang, Timur Leste dan Papua Nugini.

         Ekspor produk unggas ke tiga negara tersebut, berupa daging ayam olahan, pakan ayam dan anak ayam (DOC) dengan volume sebanyak 206,8 ton dengan total nilai sekitar 135.254 dolar AS atau setara Rp1,85 miliar oleh PT Charoen Pokphan Indonesia.

         Ketut Diarmita mengatakan, pasar Timur Tengah dengan mayoritas penganut Islam seperti Indonesia menjadi nilai tambah karena kepercayaan label halal yang dimiliki.

         "Jadi kita tidak terlalu mengalami kesulitan, yang penting nembus pertama," kata dia.

         Dengan masuknya produk unggas Indonesia ke Timur Tengah,  lanjutnya, artinya produksi dalam negeri yang selama ini kelebihan suplai bisa teratasi.

         Menurut dia, pihaknya telah berbicara dengan PT Sierad Produce terkait potensi besar di Timur Tengah tersebut.

         Sementara itu untuk ekspor produk unggas ke Jepang, Timor Leste dan Papua Nugini Presiden Direktur PT Charoen Pokphan Indonesia Thomas Effendy mengatakan, terdiri daging ayam olahan dikirim sebanyak 6,89 ton ke Timor Leste, 6,69 ke Jepang dan 8,58 ton daging  Papua Nugini.

         Kemudian ekspor produk lain ke Papua Nugini  berupa pakan ternak Feed LK 2420 sebanyak 120 ton, dan anak ayam berusia satu hari (day old chick/DOC) 5.000 ekor serta produk minuman kemasan sebanyak 63,7 ton.

         Menurut dia, setelah menembus pasar Jepang, Timor Leste dan Papua Nugini, pihaknya saat ini tengah menjajaki pasar global lain.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar