Menteri KP ajak masyarakat menjaga mangrove dan terumbu karang

id susi

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Foto Antara)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak masyarakat menjaga mangrove atau hutan bakau serta terumbu karang yang sangat bermanfaat tidak hanya bagi kawasan perairan tetapi juga umat manusia.

"Kalau pohon ditebangi, bakau yang menjaga pulau tidak kena abrasi ditebang, nanti air akan kering. Nanti mau dapat air tawar dari mana? Mau minum air laut?" kata Menteri Susi dalam siaran pers KKP yang diterima di Jakarta, Rabu.

Menteri Kelautan dan Perikanan menegaskan bahwa bila pohon bakau atau mangrove ini mengalami kepunahan maka akan dapat mengakibatkan banyak petaka yang juga berdampak kepada masyarakat.

Menurut dia, hal tersebut salah satu contohnya adalah merebaknya penyakit malaria dan demam berdarah akibat nyamuk dan berbagai serangga lainnya kehilangan habitatnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa bakau juga dianggap sebagai  tempat bertelur ikan, udang dan berbagai hewan laut lainnya yang aman dan terlindung.

Tak hanya melindungi pohon bakau, Menteri Susi juga meminta masyarakat melindungi terumbu karang dengan tidak melakukan pengeboman ikan dan pengambilan terumbu karang untuk diperjualbelikan.

Sebelumnya, sejumlah pihak lainnya juga telah melestarikan mangrove seperti PT Pembangkit Jawa Bali (PT PJB) Unit Pembangkit (UP) Muara Tawar dengan mengembangkan kelestarian dan ekowisata mangrove di Muara Gembong Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

"Pada 2018, kami mencanangkan program Kampung Batik Betawi berbasis wisata edukasi dan ekowisata mangrove terpadu," kata Komisaris PT PJB Defy Indiyanto Budiarto di Jakarta, Minggu (15/4).

Defy mengatakan PT PJB Unit Pembangkit Muara Tawar mendukung pencapaian "sustainable development goals" (SDGs) dengan sasaran pengembangan di Desa Segara Jaya Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Defy menyatakan sasaran SDGs menitikberatkan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Program ekowisata mangrove terpadu mengintegrasikan konsep wisata, konservasi dan edukasi di kawasan pesisir utara Bekasi yakni Muara Tawar dan Muara Gembong.

Lavi mengungkapkan pihaknya telah melakukan pembibitan dan penanaman pohon mangrove sebanyak 70.000 pohon sejak 2014.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar