Yogyakarta wacanakan beri diskon sembako di pasar tradisional

id sembako

Sembako yang dijual di pasar tradisional (Foto antaranews.com)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti melontarkan wacana untuk pemberian diskon terhadap bahan kebutuhan pokok tertentu yang dijual di pasar tradisional sebagai salah satu upaya saat terjadi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok



“Salah satu isu besar di masyarakat adalah kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Biasanya, kenaikan harga kebutuhan pokok ini terjadi menjelang Lebaran, Natal dan tahun baru. Bagaimana jika pada saat-saat tersebut diberlakukan diskon di pasar tradisional,” kata Haryadi saat memberikan pembekalan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta, Selasa.



Menurut dia, program pemberian diskon untuk bahan kebutuhan pokok tersebut akan cukup menarik sehingga masyarakat selaku konsumen tidak merasa terbebani dengan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok.



“Tentunya, harus ada syarat dan ketentuan yang diberlakukan saat memberikan potongan harga, misalnya saja diskon tidak berlaku untuk pedagang tetapi hanya berlaku untuk masyarakat sebagai konsumen akhir,” katanya.



Dengan demikian, program pemberian potongan harga tersebut tepat sasaran karena diakses oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan bukan diakses oleh pedagang seperti yang kerap terjadi saat berlangsung operasi pasar.



“Yang penting, seluruh pihak harus bisa bersikap kreatif dalam memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat. Pemerintah daerah pasti akan mendukung program-program seperti itu,” katanya.



Selain pemberian potongan harga, Haryadi juga meminta agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta untuk tidak mengabaikan perkembangan teknologi informasi dengan mengembangkan layanan yang dapat diakses secara mudah.



“Dari penelitian, sebagian besar pengguna internet memanfaatkan fasilitas tersebut mengecek harga barang. Oleh karena itu, salah satu inovasi yang bisa dilakukan oleh dinas adalah dengan memanfaatkan internet untuk menampilkan harga bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional,” katanya.



Ia mencontohkan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta bisa mengembangkan aplikasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengecek harga bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional. “Misalnya saja, harga cabai merah di Pasar Beringharjo atau kebutuhan pokok lain. Masyarakat akan lebih mudah mengetahuinya,” katanya.



Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Maryustion Tonang mengatakan, usulan yang disampaikan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti adalah usulan yang baik dan positif.



“Tidak ada yang tidak mungkin. Usulan itu bisa saja diimplementasikan. Pasar bisa saja memberikan diskon harga untuk kebutuhan pokok, meski tidak untuk semua bahan kebutuhan pokok,” katanya.



Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk mewujudkan usulan tersebut adalah dengan menggandeng pihak ketiga untuk diajak bekerja sama. Misalnya saja dengan Badan Urusan Logistik (Bulog).



Sedangkan untuk pengembangan industri menuju era industri 4.0, Maryustion mengatakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta fokus pada industri skala mikro, kecil dan menengah. “Kami sudah melalukan beberapa pelatihan termasuk pelatihan ‘e-commerce’. Harapannya, pelaku UMKM pun bisa mengikuti perkembangan industri yang cukup cepat ini,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar