Siswa tunagrahita unjuk kebolehan di Taman Pintar Yogyakarta

id taman pintar

Taman Pintar Yogyakarta (Foto Istimewa)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Seribuan siswa tunagrahita se-DIY menampilkan kebolehan mereka dalam berekspresi dan berkreasi di bidang seni melalui Gelar Seni Tunagrahita 2018 yang digelar di Taman Pintar Yogyakarta.



“Meskipun anak-anak ini berkebutuhan khusus, namun pada kenyataannya kondisi tersebut tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk berekspresi dan berkarya. Kita perlu terus memberikan dukungan dan kesempatan kepada mereka,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Taman Pintar Yogyakarta, Selasa.



 Dalam Gelar Seni Tunagrahita (Genta) 2018 tersebut, siswa-siswi tunagrahita dari berbagai sekolah di DIY menampilkan beragam bentuk kegiatan seni mulai dari pentas drama, tari modern, karawitan dan menyanyi. Mereka pun terlihat cukup antusias memberikan penampilan terbaik.



 Menurut Heroe, kegiatan tersebut merupakan wadah bagi siswa untuk berekspresi, mempraktikkan pelajaran yang diperoleh di sekolah, memaksimalkan bakat dan menyeimbangkan kerangka berpikir logis dengan olah rasa.



 Ia berharap, siswa-siswi tunagrahita tersebut mampu tumbuh sebagai pribadi yang mandiri dan bermanfaat bagi lingkungan di sekitarnya. 



 “Pemerintah Kota Yogyakarta juga terus berusaha mewujudkan Kota Yogyakarta sebagai kota inklusi. Ada lima afirmasi pembangunan di Yogyakarta di antaranya perempuan, anak, lansia, difabel,” katanya.



 Heroe menyebut, sebanyak 17 kota di Indonesia sudah memiliki payung hukum untuk kaum difabel dalam bentuk peraturan daerah (perda). Sedangkan di Kota Yogyakarta, keberadaan perda untuk penyandang disabilitas tinggal menunggu finalisasi namun lembaga legislatif setempat optimistis perda tersebut dapat diselesaikan akhir tahun ini.



 Keberpihakan untuk penyandang disabilitas, lanjut Heroe, juga sudah dilakukan oleh dunia usaha. Di Kota Yogyakarta, terdapat 10 perusahaan yang sudah mempekerjakan penyandang tunagrahita.



 Sedangkan bagi orang tua yang memiliki anak difabel, Heroe berharap, agar tidak menyembunyikan anaknya tetapi justru memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada anak untuk tumbuh dan berkembang dengan maksimal.



 Sementara itu, GKR Hemas yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengajak seluruh siswa untuk rajin belajar dan patuh pada orang tua serta guru. Dan orang tua diminta untuk tetap memberikan perhatian yang optimal kepada anak agar anak tersebut bisa tumbuh dengan baik.



“Anak-anak ini membutuhkan perhatian khusus. Harapannya, mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, bahagia dan bisa bersosialisasi dengan teman-temannya,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar