Belum ada indikasi penimbunan kebutuhan pokok jelang Natal di Yogyakarta

id Sembako

Pantauan sembako (FotoAntara/Hery Sidik)

Yogyakarta, (Antaranews Jogja) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan berdasarkan pemantauan bersama Satuan Tugas Pangan DIY menyatakan hingga mendekati hari raya Natal 2018 belum menemukan indikasi penimbunan bahan pangan di daerah ini.
       
"Sampai sekarang insyaAllah tidak ada indikasi penimbunan, kami sudah turun ke lapangan," kata Kepala Seksi Pangan dan Penyaluran Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Guntur Wahyu Anggoro di Yogyakarta, Kamis.
         
Menurut Guntur, melonjaknya harga komoditas pangan saat hari besar, bisa saja dipicu aksi penimbunan yang pada akhirnya menimbulkan kelangkaan di pasaran. Namun demikian, ia menilai selama beberapa tahun terakhir di DIY tidak ditemukan kasus tersebut.
         
 Ia mengatakan sejak awal Desember Satgas yang terdiri atas unsur Polda DIY, Disperindag DIY, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY, Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre DIY, serta Dinas Pertanian DIY telah melakukan pemantauan mulai tingkat pedagang hingga distributor kebutuhan pokok.
         
Hingga saat ini, menurut dia, harga komoditas pokok secara umum masih stabil. Meski demikian, terdapat sejumlah komoditas yang terus dipantau tren harga maupun persediaannya yakni gula pasir, beras, serta telur ayam karena biasanya mengalami lonjakan permintaan mendekati Natal dan Tahun Baru.
         
Apabila saat ini ada beberapa harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan, menurut dia, selama masih dalam ambang batas kewajaran hal itu bukan disebabkan penimbunan melainkan disebabkan peningkatan permintaan.
         
Sebab, menurut dia, berdasarkan pengecekan di sejumlah pasar tradisional maupun pihak distributor, secara umum kondisi persediaan seluruh kebutuhan pokok di DIY aman.
       
"Setiap pelaku penimbunan bahan pangan terancam dijerat dengan Undang-Undang (UU) Pangan dan Perlindungan Konsumen," kata dia.
         
Guntur mengatakan berdasarkan pemantauan di Pasar Demangan, Pasar Beringharjo, dan Pasar Kranggan, Kota Yogyakarta pada 19 Desember 2018 harga kebutuhan pokok masih stabil seperti beras IR I masih tetap dijual Rp10.033 per kg, beras IR II Rp9.433 per kg, gula Rp10.833 per kg, aneka tepung terigu Rp7.000-Rp8.000 per kg, daging sapi Rp116.667 per kg, daging ayam broiler Rp32.333 per kg, daging ayam kampung Rp73.333 per kg, bawang merah Rp23.333 per kg, bawang putih kating Rp19.667 per kg, bawang putih sinco Rp17.000 per kg.
     
Selanjutnya, harga cabai merah keriting Rp22.667 per kg, cabai merah besar Rp31.000 per kg, cabai rawit hijau Rp24.667 per kg, cabai rawit merah Rp27.333 per kg.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar