Pemkab pusatkan malam tahun baru di Alun-alun Wonosari

id Pesta kembang api

Seorang warga dengan pakaian adat Jawa merayakan pergantian tahun dengan membunyikan terompet serta pesta kembang api . ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/14

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memusatkan pesta kembang api perayaan malam Tahun Baru 2019 di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran serta Alun-alun Wonosari.
     
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunung Kidul Asti Wijayanti di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan malam pergantian tahun memang lebih difokuskan di Alun-alun Wonosari.
     
"Untuk tahun ini memang difokuskan di Alun-alun Wonosari saja. Ada di Nglanggeran bekerjasama dengan Dispar DIY itu,” kata Asti.
     
Tim seksi promosi dan marketing, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Api Purba Nglanggeran, Aris Budiyono menjelaskan pada malam pergantian tahun atau pada 31 Desember.
   
"Malam pergantian tahun ada pesta kembang api dan panggung hiburan rakyat,” kata Aris.
     
Ia menyebut nantinya seluruh elemen masyarakat akan ikut terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut. Selain itu, dari pemkab juga disebut ikut memeriahkan rangkaian acara pergantian tahun.
   
"Acara ini juga kerjasama dengan Dinpar DIY. Kami akan mengajak masyarakat untuk ikut memeriahkan karena ada pentas hiburan yang kita harapkan dapat memberikan hiburan yang aman dan membahagiakan,” katanya.
     
Kepala Seksi Pengendalian dan Operasi Dinas Perhubungan (Dishub) Gunung Kidul Bayu Aji mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Satlantas Polres Gunung Kidul. Dimungkinkan nantinya akan ada rekayasa lalu lintas terutama di kawasan kota ketika malam pergantian tahun.
   
Dishub sudah menyiapkan beberapa barikade untuk pengalihan, dan koordinasi kantong-kantong parkir, selain itu personil Dishub juga ditugaskan untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
   
"Malam tahun baru ada dua konsentrasi yang menjadi perhatian. Pertama Alun-alun Wonosari dan perbatasan Gunung Kidul yaitu Patuk,” katanya. 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar