ACT berangkatkan umrah 10 relawan sebagai bentuk apresiasi

id ACT DIY,umrah relawan

Relawan ACT beserta aparat TNI sedaang mengevakuasi korban menginggal, dok (ACT DIY/Antara)

Bogor (Antaranews Jogja) - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT)  memberangkatkan umrah sebanyak 10 orang relawan terbaik
yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), di Pesona Alam Resort and Spa, Jalan Taman Safari, Cisarua, Bogor, Jumat (4/1), sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi kerja mereka. 

Vice President ACT Ibnu Khajar, Jumat, mengatakan sebanyak 10 relawan yang terpilih disaring dari 34 provinsi di Indonesia.Mereka dianggap telah memberikan dedikasi kerja terbaiknya, waktunya, pikirannya, dan tenaganya untuk kemanusiaan. 

“Sistem pemilihannya kami menyaring MRI dari 34 provinsi menjadi 15 wilayah yang tampak paling aktif. Lalu, memilih lagi menjadi 10 wilayah dengan masing-masing satu relawan terbaiknya," papar Ibnu.

Ia mengatakan, lembaga berpendapat bahwa tak ada lagi yang bisa diajak berlari kencang untuk menyeimbangi visi dan misi lembaga selain para relawan. "Kami berbangga hati atas itu, dan kami berterima kasih kepada mereka yang bersedia mewujudkan mandat besar demi kemanusiaan,” sambung dia. 

Mohammad Ghalib (65) salah satu relawan terpilih untuk umrah mengatakan tidak menyangka menjadi relawan terbaik dan mendapatkan hadiah umrah ke Tanah Suci. 

“Masya Allah, sangat 'surprise' bahagianya. Saya hampir menangis ketika naik ke panggung. Tanpa diduga, saya bisa umrah ke Tanah Suci,” kata Ghalib yang merupakan Ketua MRI Bojonegoro, Jawa Timur. 

Dia bergabung bersama MRI sejak tahun 2007 dan selama 11 tahun ini sudah menjadi bagian bahkan penyumbang ide dari aksi-aksi kemanusiaan ACT, terutama di wilayah sekitar Bojonegoro.

“Saya hanya setetes air di samudera yang luas, banyak yang juga berdedikasi besar dalam dunia kerelawanan. Saya rasa, saya belum mumpuni untuk mendapat apresiasi itu,” tutur Ghalib yang pernah menjadi relawan pemandu jamaah Indonesia yang ingin menunaikan ibadah Haji. 

Ghalib mengaku bahwa dirinya pernah tinggal di Mekkah selama 25 tahun. Saat itu dia sedang bekerja sebagai relawan yang memandu jamaah Indonesia yang ingin menunaikan ibadah aji. Ia tinggal di Mekkah bersama Istri dan anak-anaknya sampai akhirnya pulang ke Tanah Air pada tahun 2007.

“Jadi, nanti ketika berangkat umrah pasti akan merasa seperti pulang kampung karena separuh hidup di sana (mekkah). Untuk itu, kami berterima kasih kepada ACT atas apresiasi dan hadiahnya. Saya bersyukur. Semoga ACT selalu jaya dalam memanusiakan manusia dan mewujudkan peradaban yang lebih baik” pungkas Ghalib. 

Nama-nama relawan terbaik yang mendapat apresiasi berupa hadiah umrah gratis dari ACT :

1. Ruli Renata, Komandan MRI se-Indonesia
2. Akhi Munandar, MRI Aceh
3. Ali Sahniur, MRI Sumatera Utara
4. Dedi Suhaedi, MRI Banten
5. Atep Salman, MRI Jawa Barat
6. Arif Marsudi, MRI Bali
7. Surahman Manan, MRI Maluku Utara
8. Mohammad Ghalib, MRI Bojonegoro
9. Agus, Jakarta Raya
10. Aswar Samaila, MRI Sulawesi Utara











 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar