Polda DIY cetak rekor MURI untuk tanda tangan terbanyak

id rekor polda

Polda DIY cetak rekor MURI untuk tanda tangan terbanyak

Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dhofiri menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas rekor tanda tangan dukungan keselamatan berlalu lintas terbanyak mencapai 24.530 tanda tangan pada kain sepanjang 1,8 kilometer. (Foto Antara/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Polda DIY mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas rekor pemrakarsa tanda tangan dukungan keselamatan berlalu lintas terbanyak mencapai 24.530 tanda tangan pada kain sepanjang 1,8 kilometer yang membentang di Jalan Malioboro, Yogyakarta.

Piagam penghargaan rekor MURI diserahkan oleh Manajer MURI Ariani Siregar kepada Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dhofiri di sela acara "Millenial Road Safety Festival" di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, Minggu.

"Rekor ini telah menumbangkan rekor sebelumnya yang digelar di Lampung sebanyak 22.302 tanda tangan," kata Ariani Siregar.

Menurut Ariani, rekor tanda tangan terbanyak yang dibubuhkan kalangan millenial tersebut merupakan pencatatan rekor ketiga yang berhasil dicapai Polda DIY. Pada 2012 Polda DIY pernah mencatatkan rekor pembagian rompi kepada tukang becak terbanyak dan pada 2014 mencatatkan rekor kegiatan membatik dengan peserta terbanyak.

"Hari ini kami kembali mencatat prestasi Polda DIY yakni tanda tangan terbanyak pada bentangan kain rentang sebanyak 24.530 tanda tangan dan sepanjang 1,8 kilometer," kata dia.

Dalam "Millenial Road Safety Festival" juga dilakukan deklarasi Millenial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang. Selain menghadirkan sejumlah artis Ibu Kota, seperti Ayu Tingting, DJ Una, Tukul Arwana, serta Baim Wong, festival itu juga dimeriahkan dengan atraksi sepeda motor dan mobil dari PJR Diltantas Polda DIY

Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dhofiri mengatakan penyelenggaraan "Millenial Road Safety Festival" memang bertujuan untuk menggugah kesadaran bersama untuk memahami arti penting keselamatan berlalu lintas.

Angka kecelakaan lalu lintas, kata dia, merupakan angka kecelakaan terbesar nomor tiga di dunia. Berdasarkan data 2010, di Indonesia tercatat sebanyak 31.000 korban meninggal dunia di jalan raya yang artinya 3 hingga 4 jam terjadi kecelakaan atau orang meninggal dunia di jalan raya. "Dari korban tersebut 60 persen adalah generasi muda usia produktif," kata dia.

Oleh sebab itu, Dhofiri menekankan agar masyarakat khusus kaum millenial memperhatikan betul aspek keselamatan lalu lintas yang meliputi faktor jalan, faktor kendaraan, faktor pengendaranya, serta penanganan pascaterjadi kecelakaan. "Maka ingat apabila berkendaraan lengkapi surat-suratnya. Cek kendaraannya, jangan lupa menggunakan helm sampai bunyi 'klik'," kata dia.

 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar