Empat kecamatan di Kulon Progo terkena banjir

id banjir

Posko pengungsian korban banjir di Stadion Cangkring, Kabupaten Kulon Progo. (Foto dok istimewa)

Kulon Progo (ANTARA) -
Sebanyak empat kecamatan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, terkena bencana banjir akibat hujan lebat yang disertai angin yang mengguyur wilayah ini pada Sabtu (16/3) malam hingga Minggu (17/3).

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Suhardiyana di Kulon Progo, Senin, mengatakan ujan lebat yang disertai angin yang mengguyur wilayah ini pada Sabtu (16/3) malam hingga Minggu (17/3)  menyebabka banjir di 20 titik di Kecamatan Wates, Panjatan, Pengasih dan Temon yang disebabkan tanggul Sungai Serang sebelah selatan Jembatan Bendungan jebol.

"Jebolnya tanggul Sungai Serang menyebabkan 344 jiwa harus mengungsi karena rumah mereka terendam banjir. Banjir tersebut mengani 20 desa di empat kecamatan tersebut," kata Suhardiyana.
Petugas gabungan evakuasi korban banjir. (Foto dok istimewa)
Ia mengatakan untuk menangani 344 jiwa yang mengungsi, BPBD Kulon Progo mendirikan posko utama pengungsian yakni di Stadion Cangkring dan Kantor Kecamatan Panjatan. Sejak semalam hingga 06.15 WIB, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Tanaga, TRC, dan relawan, serta Dinsos fokus  melakukan penangan bencana banjir. 

"Kegiatan kami sampai pagi ini melakukan evakuasi terhadap korban banjir," katanya.

Selain itu, lanjut Suhardiyana, Dinsos Kulon Progo juga telah menyiapkan dapur umum mobile untuk menangani logistik bagi warga korban kebanjiran. "Saat ini dapur umum juga sudah tersedia, soal berapa lama dapur umum disediakan, tergantung pada pimpinan," katanya.

Ia mengatakan BPBD juga akan segera melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) terkait penanganan tanggul Sungai Serang yang jebol. "BBWSSO merupakan pihak yang memiliki kewenangan untuk memperbaiki tanggul jebol Sungai Serang," katanya.

Selanjutnya, terkait bencana tanah longsor di 15 titik di Kecamatan Kokap, Girimulyo, Samigaluh dan Kalibawang, BPBD Kulon Progo belum melakukan identifikasi secara menyeluruh karena masih menunggu kondisi cuaca sedikit cerah.

"Rencananya, pagi ini, kami akan ke lapangan untuk mendata korban tanah longsor dan kebutuhan mereka. Semalam, kami juga sudah mengirim logistik untuk warga yang rumahnya rusak dan sudah teridentifikasi," katanya. ***3***
 
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar