Polres Sleman menyiapkan langkah antisipasi gesekan di TPS rawan=

id Distribusi logistik pemilu

Polres Sleman menyiapkan langkah antisipasi gesekan di TPS rawan=

Bupati Sleman Sri Purnomo didampingi Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi dan Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah melepas distribusi logistik Pemilu 2019. (Foto Antara/Humas Sleman)

Sleman (ANTARA) - Kepolisian Resor Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi guna menghindari munculnya gesekan pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) rawan.

"Ada beberapa TPS di Kabupaten Sleman yang rentan terjadi gesekan. Kami telah melakukan langkah-langkah antisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan dengan menambah jumlah personel di tempat tersebut, baik dari kepolisian ataupun TNI," kata Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah pada pelepasan logistik Pemilu 2019 di KPU Sleman, Sabtu.

Menurut dia, pihaknya akan mengerahkan seluruh anggotanya yang ada di Polsek se-Kabupaten Sleman ditambah 50 anggota Polres Sleman untuk melakukan pengamanan selama proses pemilu berlangsung.

"Ada empat titik yang kita anggap rawan. Namun yang paling kita antisipsi ada 12 TPS di daerah Tambakbayan, Kecamatan Depok," katanya.

Logistik Pemilu 2019 di Kabupaten Sleman sudah mulai didistribusikan kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 86 Desa se-Kabupaten Sleman, Sabtu.

Distribusi logistik Pemilu dilepas secara simbolis Bupati Sleman Sri Purnomo bersama Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi, dan Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah di kantor KPU Sleman.

Sri Purnomo berharap perlengkapan pemilu tersebut terjaga dengan aman di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing serta dapat digunakan sebagaimana mestinya pada hari H nanti.

Bupati Sleman mengaku telah berkoordinasi dengan semua pihak terkait demi kelancaran dan keamanan jalannya Pemilu 17 April nanti.

Sri Purnomo juga mengajak seluruh masyarakat Sleman untuk menyambut pesta demokrasi ini dengan suka cita dengan berbondong-bondong datang ke TPS masing-masing.

"Kita buktikan bahwa masyarakat Sleman adalah masyarakat yang mencintai demokrasi," katanya.

Ketua KPU Kabupaten Sleman Trapsi Haryadi, mengatakan distribusi logistik pemilu akan dilakukan secara bertahap mulai 13 sampai 16 April dengan dikawal ketat oleh kepolisian.

Untuk tahap pertama, logistik pemilu didistribusikan ke kantor desa di empat kecamatan, yakni Kecamatan Depok, Berbah, Mlati dan Cangkringan.

Logistik tersebut akan ditempatkan di kantor pemerintah desa, baru pada 16 April nanti didistribusikan ke TPS-TPS.

"Total ada 3,392 TPS se-Kabupaten Sleman," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar