Masyarakat mengharapkan jembatan desa yang rusak parah segera diperbaiki

id Jembatan Sambisari rusak,DPUPKP sleman,Sleman,Candi Sambisari

Pengendara motor harus ekstra hati-hati saat melintas di jembatan penghubung Dusun Grogol dan Sambisari di Kabupaten Sleman yang rusak parah. (ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman (ANTARA) - Masyarakat di sekitar jembatan yang menghubungkan antara Dusun Grogol, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, dan Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa, berharap jembatan yang bertahun-tahun rusak parah tersebut segera diperbaiki karena cukup vital.

"Harapan kami ya segera diperbaiki, karena selain jalur penghubung dua desa yang dapat mempersingkat jarak, jalan tersebut juga merupakan akses ekonomi masyarakat," kata Harjo (58) warga Dusun Sambisari di Sleman, Rabu.

Menurut dia, kondisi jembatan yang rusak tersebut sudah lebih dari tiga tahun, dan kondisinya semakin parah sehingga hanya dapat dilalui sepeda motor saja.

"Karena masyarakat merasa terlalu berbahaya, maka jembatan ditutup dan hanya dapat dilalui sepeda motor, itupun harus sangat hati-hati karena banyak terdapat terdapat lubang," katanya.

Jembatan dengan lebar sekitar tiga meter dengan ketinggian sekitar lima meter dari dasar Sungai tersebut banyak yang berlubang. Diameter lubang yang ada pada jembatan dengan panjang sekitar 15 meter itu mulai dari sekitar lima sentimeter hingga sekitar limabelas sentimeter.

Ia mengatakan, di sekitar jembatan tersebut juga merupakan akses ekonomi masyarakat karena terdapat sentra budi daya ikan air tawar. Ada puluhan kolam budi daya ikan yang dikelola kelompok petani ikan setempat.

"Selain itu jembatan juga merupakan penghubung ke objek wisata sejarah budaya Candi Sambisari yang saat ini juga ramai dikunjungi wisatawan. Juga ada beberapa kuliner yang ramai dikunjungi wisatawan seperti 'Soto Bathok' dan 'Sup Jadoel' dan lainnya," katanya.

Hal sama juga dikatakan Slamet (50) warga setempat, dimana kondisi jembatan tersebut sangat membahayakan pengendara kendaraan bermotor.

"Warga sudah sering melakukan perbaikan. Mulai dari mengecor lantai jembatan dan mengganti kayu penyangga yang sudah terlepas. Namun tetap saja tidak berumur panjang, selang beberapa hari sudah hancur, apalagi jika ada mobil yang melintas," katanya.

Ia mengatakan, selain berupaya untuk memperbaiki jembatan secara swadaya, pihaknya juga telah mengajukan proposal ke instansi terkait. Hanya saja hingga saat ini belum ada tindak lanjut.

"Kami berharap ada perhatian, lubang yang ada pada jembatan tersebut sering memakan korban. Roda kendaraan selip dan pengendara akhirnya terjatuh. Biasanya yang belum tahu medan, sehingga saat melintas lalu terjerembab ke lubang dan kecelakaan," katanya.
Pengendara motor harus ekstra hati-hati saat melintas di jembatan penghubung Dusun Grogol dan Sambisari di Kabupaten Sleman yang rusak parah. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman Achmad Subhan mengatakan setiap kegiatan baik pemeliharaan jalan maupun jembatan tetap berjalan, namun untuk perawatan yang mencakup keseluruhan bagian jembatan diperlukan biaya.

"Pada 2019 ini kami akan membongkar dan membangun kembali empat jembatan. Dana yang disiapkan sebesar Rp18,8 miliar dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)," katanya.

Menurut dia, empat jembatan yang akan dibangun adalah Jembatan Diro di Kecamatan Minggir, Jembatan Kembangan di Moyudan, Jembatan Kenayan II di Ngemplak, dan Jembatan Grembyangan di Prambanan. Sedangkan untuk jembatan Sambisari belum dianggarkan tahun ini.

"Prosesnya segera maju lelang," katanya.
          Baca juga: BPBD Bantul realisasikan pembangunan jembatan di Kasihan
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar