BPBD: ekspedisi desa tangguh bencana tsunami untuk kesiapsiagaan

id BPBD Bantul,desa tangguh bencana

Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan ekspedisi desa tangguh bencana tsunami yang diadakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana di wilayah Jawa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

"Selain pelatihan mitigasi rutin, bahwa dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bencana dari BNPB di regional jawa diadakan ekspedisi desa tangguh bencana tsunami," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Senin.

Menurut dia, ekspedisi desa tangguh bencana tsunami oleh BNPB bersama BPBD semua kabupaten di Jawa itu tujuannya untuk membangkitkan kembali kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman potensi gempa bumi dan tsunami yang dimulai dari ujung timur sampai ujung barat Jawa.

"Dari ujung timur Jawa, Banyuwangi sampai nanti berakhir di ujung barat Banten. Di Bantul akan dilaksanakan pada 27 Juli 2019, acaranya seharian penuh, kemudian pada 28 Juli ke Kulon Progo," katanya.

Ekspedisi desa tangguh bencana tsunami itu juga melatih kesiapsiagaan masyarakat wilayah pesisir pantai selatan dalam menghadapi segala macam ancaman maupun potensi kejadian yang ada di wilayah Kabupaten Bantul.

Dia juga mengatakan, terkait dengan peralatan sistem peringatan dini atau "early warning system" (EWS) tsunami yang ada di Bantul, dipastikan masih berfungsi dengan baik, sehingga sewaktu-waktu dapat digunakan sebagai tanda agar melakukan evakuasi mandiri apabila terjadi gempa tsunami.

"EWS kita masih berfungsi dengan baik, karena kita setiap bulan ada perawatan ada petugas khusus untuk itu (mengecek EWS), dan setiap tanggal 26 kita ujicoba. Dengan alat itu begitu sinyal langsung sampai ke Pusdalops, dari Pusdalops sampaikan ke masyarakat," katanya.
Baca juga: BPBD: Masyarakat jangan panik tanggapi potensi gempa di selatan Bantul
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar