Sleman menggandeng akademisi untuk percepatan penanggulangan kemiskinan

id Sleman,Wabup Sleman,Kemiskinan

Seminar Sinergi dan Inovasi Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Akademisi dalam Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Bappeda Kabupaten Sleman. (Foto istimewa)

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta membangun sinergitas dengan akademisi dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan.

"Upaya penanggulangan kemiskinan tidak semata jadi tanggung jawab pemerintah saja, namun akademisi juga sangat berperan strategis dalam membantu percepatan penanggulangan kemiskinan," kata Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun di Sleman, Kamis.

Dia menyampaikan hal tersebut saat membuka seminar Sinergi dan Inovasi Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Akademisi dalam Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Aula Bappeda Kabupaten Sleman yang diikuti 90 orang yang berasal dari unsur LPPM PT, OPD, DPRD Sleman, dan kepala desa.

Menurut dia, banyak perguruan tinggi di Sleman perlu diakses potensinya untuk mengentas kemiskinan melalui tri dharma perguruan tinggi yakni, penelitian, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. "Program yang ada di OPD lingkungan Pemka Sleman perlu di sinergikan dengan potensi yang dimiliki perguruan tinggi," katanya.

Ia berharap seminar tersebut dapat mensinergikan program antara pemangku kepentingan sehingga sasaran pembangunan dapat terwujud dari hulu sampai hilir dan mengurangi jumlah keluarga miskin.

Sekretaris Bappeda Kabupaten Sleman Arif Setio Lakito mengatakan diselenggarakannya seminar tersebut sesuai dengan misi ke tiga dalam RPJMD Kabupaten Sleman yaitu meningkatkan penguatan sistem ekonomi kerakyatan, aksesibilitas dan kemampuan ekonomi rakyat, serta penanggulangan kemiskinan.

"Target pencapaian penurunan angka kemiskinan di RPJMD 2016-2021 pada 2019 sebesar 8,68 persen dan target 2021 sebesar 8 persen," katanya.

Ia mengatakan dari tahun 2017 hingga 2018 persentase KK miskin di Kabupaten Sleman berhasil turun sebesar 0,71 persen, dari 9,48 persen di pada 2017 menjadi 8,77 di tahun 2018.

Seminar menghadirkan Nara sumber dosen Fisip UPN Veteran Yogyakarta Dr Saptopo B. Ilkodar dengan materi Peran Perguruan tinggi dalam Penanggulangan Kemiskinan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Drs Pranama, Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan tentang Strategi dan Sinergi percepatan Pronangkus di Kabupaten Sleman.*

Baca juga: Pemkab Sleman menargetkan angka kemiskinan turun hingga 8 persen
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar