Pemkab Sleman menargetkan angka kemiskinan turun hingga 8 persen

id Pemkab Sleman,Angka kemiskinan,Sleman

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun pada kegiatan penilaian salah satu pilar sosial yaitu Pekerja Sosial Maasyarakat (PSM) Kecamatan Kalasan, di Dusun Carikan, Desa Tamanmartani, Kalasan. (Foto Istimewa)

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan angka kemiskinan di wilayah setempat turun hingga 8 persen pada 2021.

"Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman ingin menurunkan angka kemiskinan hingga 8 persen pada 2021," kata Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dalam peninjauan kegiatan penilaian terhadap salah satu pilar sosial yaitu Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kecamatan Kalasan, di Dusun Carikan, Desa Tamanmartani, Kalasan, Senin (1/7).

Menurut dia, berbagai cara untuk merealisasikan target tersebut ditempuh termasuk Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) ini adalah perpanjangan tangan dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman untuk menjangkau sampai di masyarakat yang paling bawah.

"Pilar sosial yang ada di wilayah Kabupaten Sleman, termasuk PSM terus mendapat dukungan. Hal tersebut dikarenakan para pilar sosial ini merupakan bagian dari masyarakat serta sangat memahami apa yang menjadi simpul atau permasalahan di masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, melalui inovasi dan berbagai program yang dilakukan oleh pilar sosial yang ada di Kabupaten Sleman, akan diketahui berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.

"Sehingga Pemerintah Kabupaten Sleman bersama dengan pilar sosial mampu untuk mengurai setiap masalah tersebut," katanya.

Dalam kegiatan tersebut penilaian terhadap PSM Kecamatan Kalasan dilakukan oleh tim seleksi Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) prestasi tingkat DIY tahun 2019 yang terdiri dari berbagai unsur yaitu diantaranya Dinas Sosial DIY, praktisi, dan unsur lainnya.

Penilaian tersebut merupakan tindak lanjut dari pengajuan yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sleman yang mana PSM Kalasan yaitu Siti Maimunah, merupakan salah satu PSM yang berprestasi dalam pilar kesejahteraan sosial di wilayah Kabupaten Sleman .

Penilaian dilakukan terhadap beberapa program atau inovasi yang dilakukan oleh PSM Kecamatan Kalasan diantaranya mengenai simpan pinjam setor, yang merupakan solusi dalam menghindarkan masyarakat berurusan dengan rentenir.

Kemudian kelompok pengelola sampah mandiri, penerima Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU), serta program dan inovasi lainnya.

Hasil dari penilaian tersebut nantinya akan disandingkan dengan hasil penilaian dari kabupaten/kota lainnya untuk dipilih sebagai pilar sosial berprestasi tingkat DIY.
     Baca juga: PMI DIY mengapresiasi biaya pengolahan darah dijamin APBD Sleman
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar