ACT DIY bantu wujudkan masjid untuk para penghafal Al-Quran

id ponpes,ACT

ACT DIY bantu wujudkan masjid untuk para penghafal Al-Quran

Pondok Pesantren Miftahunnajah Islamic Boarding School, Sleman. (HO-ACT DIY)

Yogyakarta (ANTARA) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY berikhtiar ikut andil dalam pembangunan masjid untuk para penghafal Al-Qur'an di Pondok Pesantren Miftahunnajah Islamic Boarding School, Sleman.

Pondok Pesantren modern ynag terletak di Dusun Wonorejo 01/18, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman ini merupakan Ponpes dengan jenjang MTs dan MA (Madrasah Aliyah). Sebagian santrinya adalah Yatim Piatu, dan ada juga yang berasal dari keluarga kurang mampu.

"Kami juga ingin mengajak orang-orang baik, para donatur dan mitra untuk ikut ambil bagian dalam gerakan Amal Jariyah untuk Pembangunan Masjid Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah," kata Humas ACT DIY Nasrudin melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Selasa.

Pondok pesantren modern itu ini awalnya didirikan pada tahun 2010 yang secara konsisten mencetak generasi hafidz Qur'an.

Saat ini dari 68 santri jenjang Aliyah, sudah ada 23 santri yang Hafidz 30 Juz, sedangkan 170 Santri MTs Miftahunnajah juga terus istiqomah untuk memperdalam ilmu dan juga menghafal Qur'an.

Namun, hingga saat ini, kata Nasrudin, Ponpes ini belum memiliki Masjid sebagai tempat beribadah dan menghafal Qur'an, selama ini untuk ibadah sholat santri putra masih harus ke masjid kampung yang berjarak 500m dari lingkungan Ponpes, sedangkan Santri Putri untuk sholat dan kegiatan lainnya masih harus di Asrama. 

"Hingga kini, penggalangan donasi untuk pembangunan Masjid baru terkumpul biaya Rp140 Juta dari total kebutuhan biaya Rp3 miliar," kata dia.

Nasrudin berharap masyarakat memiliki kepedulian membantu wujudkan cita-cita para santri untuk memiliki masjid di pesantrennya sendiri. Masyarakar dapat mengulurkan kepedulian melalui: https://kitabisa.com/masjidmiftahunnajah.

"Jangan biarkan sebuah pondok pesantran berdiri tetapi tidak memiliki masjid karena keterbatasan," kata dia.
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar