Yogyakarta matangkan kajian jelang Malioboro semipedestrian

id Malioboro,semi pedestrian,kajian

Yogyakarta matangkan kajian jelang Malioboro semipedestrian

Suasana Malioboro saat uji coba sebagai kawasan semi pedestrian (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Kajian untuk penataan kawasan utama tujuan wisata di Yogyakarta, Malioboro, sebagai kawasan semipedestrian terus dimatangkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan pihak terkait lain dan diharapkan pada tahun depan bisa terealisasi.



“Kajian terus dilakukan. Mudah-mudahan pada akhir 2019 ini kami sudah menemukan konsep penataan terbaik yang bisa diterapkan untuk Malioboro sebagai kawasan semipedestrian,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Selasa.



Menurut dia, untuk menemukan konsep pengaturan dan penataan terbaik yang bisa diterapkan di kawasan Malioboro saat berubah sebagai kawasan semi pedestrian harus dilakukan dengan serangkaian uji coba, khususnya untuk manajemen lalu lintas di kawasan tersebut.



“Kemarin sudah ada Selasa Wage, terus dilanjutkan dengan uji coba pada Selasa Pon. Nanti akan dilakukan uji coba di hari lain, bisa Jumat, Sabtu atau Minggu,” kata Heroe.



Dengan serangkaian uji coba manajemen lalu lintas tersebut, Heroe optimistis, akan diketahui kendala dan permasalahan yang terjadi jika Malioboro berubah sepenuhnya menjadi kawasan semipedestrian sehingga bisa dicarikan solusi terbaiknya.



Selain aspek lalu lintas, penataan Malioboro menjadi semipedestrian juga tidak terlepas dari penataan pedagang termasuk memastikan bahwa wisatawan yang datang ke Malioboro tetap bisa nyaman dan mudah mengakses tempat wisata itu.



“Harus ada transportasi yang bisa diakses secara mudah oleh wisatawan dan bagaimana penataan pedagang serta lingkungan di sekitar Malioboro. Semua harus diperhatikan saat penataan,” katanya.



Jika seluruh potensi permasalahan dan kendala tersebut sudah bisa diatasi dan ditemukan solusi terbaiknya, maka Heroe berharap penerapan Malioboro semipedestrian pada 2020 sudah bisa diterapkan dengan baik.



“Jangan sampai saat penataan diterapkan, masih ada banyak hal atau masalah yang belum teratasi. Namun, bagaimanapun juga, Malioboro sebagai kawasan semipedestrian merupakan upaya pengembangan Malioboro di masa yang akan datang,” katanya.



Pada uji coba semi pedestrian terakhir yang digelar 19 November, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta mengatakan, arus lalu lintas di sekitar kawasan Malioboro cukup lancar meskipun terjadi sedikit peningkatan volume kendaraan.



“Tetapi, antrean kendaraan saat jam sibuk, pulang kantor, tidak sepanjang saat Selasa Wage,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Windarto.



Dalam uji coba semipedestrian tersebut, seluruh kendaraan bermotor tidak diperbolehkan melintas di Jalan Malioboro, kecuali Trans Jogja, kendaraan operasional dan kendaraan kegawatdaruratan lain.



Kendaraan yang diperbolehkan melintas Malioboro hanya kendaraan tidak bermotor yaitu andong, becak kayuh, dan sepeda.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar