Pemerintah diminta optimalkan energi baru terbarukan

id EBT,esdm,ketahanan energi

Pemerintah diminta optimalkan energi baru terbarukan

Mantan Menteri Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro saat menyampaikan pidato kunci dalam seminar "Penguatan Ketahanan Energi untuk Mendukung Ketahanan Nasional" di Gedung Fakultas Teknologi Mineral UPN Veteran, Yogyakarta, Kamis. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Mantan Menteri Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro berharap pemerintah mampu menekan penggunaan energi fosil dan segera beralih mengoptimalkan sumber energi baru terbarukan (EBT) untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

"Indonesia diharapkan dapat mengurangi penggunaan energi fosil yang tidak dapat diperbarui," kata Purnomo Yusgiantoro saat menyampaikan pidato kunci dalam seminar "Penguatan Ketahanan Energi untuk Mendukung Ketahanan Nasional" di Gedung Fakultas Teknologi Mineral UPN Veteran, Yogyakarta, Kamis.

Guna mencapai target visi Indonesia Emas 2045, menurut dia, Indonesia sudah harus menjadi negara industri yang berbasis pada nilai tambah (value added). Untuk mengejarnya, diperlukan ketahanan energi yang tidak cukup hanya mengandalkan energi fosil.

Purnomo menyebutkan dalam Target Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional 2019-2038, penggunaan energi dari batu bara masih mondominasi pada angka 61 persen, diikuti gas sebesar 23 persen, EBT 12 persen dan BBM 4 persen. "Diharapkan pada 2038 pemanfaatan EBT bertambah hingga 28 persen," katanya.

Untuk meningkatkan bauran EBT, menurut dia, pemerintah daerah juga harus diberi ruang yang lebih besar untuk menyusun Rencana Umum Energi Daerah (RUED). Hal itu merupakan penjabaran dari Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi.

"Pemenuhan energi di daerah tentunya akan menghadirkan ketahanan dan keamanan energi nasional. Ini penting karena berkaitan dengan kemandirian dan juga kemampuan nasional dalam merespons dinamika dari perubahan global dan regional serta nasional," kata dia.

Eksplorasi sumber energi yang lebih besar, menurut dia, juga berganting pada kemampuan pemerintah untuk menarik lebih banyak investor menanamkan modalnya di sektor itu

Rektor UPN Veteran Yogyakarta Muhammad Irhas Effendi menyatakan tema yang diangkat dalam seminar menjadi penting di tengah-tengah turunnya lifting minyak. Kondisi ini menghadirkan pandangan pesimistis dan optimistis perihal keberadaan energi dan sumber daya di bumi.

"Saat ini dan di masa depan, transisi dari energi fosil ke energi terbarukan sangat penting serta perlu terus digalakkan supaya meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya hal itu," kata Irhas.

Pemenuhan kebutuhan EBT perlu kerja sama pemerintah pusat dan daerah. Pemda wajib menyusun rencana umum energi daerah yang merupakan penjabaran energi umum nasional.


 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar