Sasaran gerakan Panca Tertib Yogyakarta diperluas

id Panca Tertib,pantib,Satpol PP

Sasaran gerakan Panca Tertib Yogyakarta diperluas

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta Agus Winarto. ANTARA/Eka Arifa Rusqiyati

Yogyakarta (ANTARA) - Sasaran gerakan Panca Tertib di Kota Yogyakarta yang berawal dari pembentukan Kampung Panca Tertib pada 2015 makin diperluas sehingga tujuan program untuk membudayakan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat bisa terwujud.

“Belum lama ini, kami melakukan uji coba panca tertib dengan sasaran komunitas yang kemudian disebut Pantib (Panca Tertib) for Community,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta Agus Winarto di Yogyakarta, Jumat.

Sasaran kegiatan uji coba Pantib for Community tersebut adalah pedagang di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasthy).

“Kebetulan, kami melakukan pameran di Pasthy dan kemudian langsung dibentuk Pantib for Community. Berikutnya mungkin akan dibentuk Pantib for Community di Malioboro,” kata Agus.

Menurut dia, banyaknya komunitas yang tumbuh dan berkembang di Kota Yogyakarta menjadi salah satu alasan dibentuknya program Pantib for Community.

Upaya menyosialsiasikan dan membudayakan hidup tertib juga bisa dilakukan dari komunitas yang ada di tengah masyarakat. Misalnya di Pasthy, ada beberapa ketertiban yang bisa dibudayakan mulai dari tertib usaha, tertib lingkungan, kebersihan, keramahan, dan kejujuran.

Dengan demikian, hingga saat ini setidaknya sudah ada tiga sasaran utama gerakan Panca Tertib, yaitu masyarakat berbasis kampung, sekolah, dan komunitas serta tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan gerakan tersebut dalam bentuk Pantib for Corporate.

“Gerakan Panca Tertib ini menunjukkan kemitraan dan peran aktif masyarakat untuk ikut menjaga ketertiban di lingkungan tempat tinggal mereka atau lingkungan aktivitas mereka,” kata Agus.

Jika seluruh masyarakat Kota Yogyakarta bersikap tertib dengan memahami dan menjalankan aturan yang berlaku, menurut dia, Satpol PP tidak lagi perlu melakukan kegiatan penegakan peraturan daerah.

“Kami tinggal memantau saja bagaimana pelaksanaannya,” katanya.

Ketertiban, lanjut Agus, merupakan salah satu modal utama untuk melaksanakan pembangunan dan mewujudkan masyarakat yang maju.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan bahwa ketertiban juga harus diwujudkan di kawasan yang menjadi destinasi wisata, seperti Malioboro.

“Malioboro masuk menjadi kawasan tanpa rokok (KTR). Kami akan melanjutkan dengan pengurangan tempat sampah sehingga wisatawan tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.

Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar