WNI dari Natuna diterbangkan ke Halim Perdanakusuma

id Virus corona ,Natuna,Wni natuna,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

WNI dari Natuna diterbangkan ke Halim Perdanakusuma

WNI yang diobservasi di Natuna berjalan ke pesawat untuk terbang ke Jakarta untuk kembali ke daerah masing-masing, Natuna, Kepri, Sabtu (15/2/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

Natuna, Kepulauan Riau (ANTARA) - Warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya dipulangkan dari Wuhan China dan kemudian menjalani observasi kesehatan di Natuna, Kepulauan Riau diterbangkan ke Halim Perdanakusuma, Jakarta untuk kemudian kembali ke daerah masing-masing, Sabtu.

"Jadi jaga kesehatan kalian semua, terus olahraganya, yang ringan-ringan saja yang penting bisa tetap bergerak. Makan yang gizi cukup supaya tetap sehat. Jangan lupa minum jamu," kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebelum melepas pulang WNI di Natuna, Kepulauan Riau pada Sabtu.

Total 243 orang dikarantina selama dua pekan setelah proses evakuasi warga negara Indonesia dari Wuhan, China dilakukan dengan 238 di antaranya adalah WNI yang tinggal dan berada di pusat mewabahnya COVID-19 itu.

Menkes Terawan bersama Menko PMK Muhadjir Effendy serta Kepala BNPB Doni Monardo datang ke Natuna untuk secara simbolis mengembalikan mereka ke daerah asal mereka masing-masing.

Beberapa WNI tampak meneteskan air mata ketika berbaris rapi mendengar sambutan. Mereka semua berbaris rapi sambil membawa bendera merah putih

Senyum juga tampak mengembang di wajah mereka dan ketika Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan bahwa mereka sehat dan terbukti bebas dari COVID-19.

"Kalian ceritakan bagaimana anda bisa sehat agar mereka bisa mencontoh kalian semua," kata Menko PMK Muhadjir yang berbicara di depan para WNI dari Wuhan dan staf kesehatan yang memantau mereka.

Awal Desember 2019 muncul sebuah wabah baru di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China dengan gejala mirip flu dan pneumonia berat. Virus corona berjenis SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19 itu telah menginfeksi lebih dari 60.000 orang dan menyebabkan kematian lebih dari 1.300 jiwa per Jumat (14/2).
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar