Seorang pasien positif COVID-19 di Rumah Sakit Jogja dinyatakan sembuh

id RS Jogja,covid yogyakarta,covid 19,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Seorang pasien positif COVID-19 di Rumah Sakit Jogja dinyatakan sembuh

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat melakukan telekonferensi dengan pengelola Rumah Sakit Jogja mengenai pasien yang sembuh dari COVID-19. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Satu pasien positif COVID-19 yang selama dua pekan menjalani perawatan di Rumah Sakit Jogja dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang untuk kembali berkumpul bersama keluarga.

“Satu pasien warga Kota Yogyakarta tersebut sudah dinyatakan sembuh dan pada hari ini diperbolehkan pulang. Untuk selanjutnya, Dinas Kesehatan yang akan memantau,” kata Direktur Rumah Sakit Jogja Ariyudi Yunita di Yogyakarta, Kamis.

Sebelum dinyatakan sembuh, pasien tersebut menjalani dua kali pemeriksaan dan hasil uji laboratorium menunjukkan dia sudah sembuh dari COVID-19.

Dengan sembuhnya satu pasien positif COVID-19 tersebut, saat ini tersisa delapan pasien terkait COVID-19 yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Jogja dengan kondisi kesehatan yang beragam. “Ada yang baik dan stabil, tetapi ada pula yang masih demam,” kata Ariyudi.

Dokter Rumah Sakit Jogja yang ikut menangani pasien positif COVID-19, Nugroho, dalam telekonferensi dengan Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, pasien yang dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) harus menjalani karantina agar tidak menularkan virus ke orang lain.

"Semua pasien yang masuk ruang isolasi biasanya tidak mau disebut sebagai PDP COVID-19. Dalam kondisi seperti ini, pasien sangat membutuhkan pendampingan dari dokter untuk bisa menerima kondisinya. Dengan isolasi, maka pasien bisa menyelamatkan keluarga mereka agar tidak ikut tertular virus,” katanya.

Pasien positif COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh mengaku semula tidak bisa menerima kenyataan saat dinyatakan positif terinfeksi virus corona dan sempat berkeinginan kabur dari tempat isolasi.

“Pada awal karantina, saya sempat ingin melarikan diri. Namun setelah tiga atau empat hari di karantina, baru saya menyadari jika virus ini berbahaya dan timbul keinginan untuk kembali sehat dan menyelamatkan keluarga serta masyarakat,” kata pasien itu, kemudian mengucapkan terimakasih kepada petugas medis yang bersabar.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan isolasi terhadap pasien positif COVID-19 sangat diperlukan agar pasien tidak menularkan virus ke orang lain dan perawatan kesehatan pun bisa dilakukan intensif hingga pasien dinyatakan sembuh.

“Pasien positif COVID-19 bisa disembuhkan, tetapi memang harus menjalani masa isolasi,” katanya.

Ia pun kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga physical distancing, dan jika tidak memiliki kepentingan yang mendesak agar tidak keluar rumah untuk mengurangi risiko penularan virus corona.

“Jaga jarak satu dengan yang lain, rajin mencuci tangan dengan sabun, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Hingga Rabu (1/4) pukul 16.00 WIB, total orang dalam pemantauan di Kota Yogyakarta mencapai 339 orang dan PDP 13 orang serta positif COVID-19 tiga orang.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar