Pemkab Bantul melakukan refocusing anggaran untuk penanganan COVID-19

id Sekda Bantul

Pemkab Bantul melakukan refocusing anggaran untuk penanganan COVID-19

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan refocusing atau memfokuskan kembali anggaran daerah untuk dialihkan untuk penanganan wabah Corona virus disease 2019 atau COVID-19 yang sekarang merebak di daerah ini.

"Kami sampaikan ke Bappeda DIY, bahwa dengan adanya COVID-19 yang sekarang berkembang, seluruh daerah diwajibkan untuk melakukan refocusing terhadap anggaran di masing-masing daerah, termasuk provinsi pun juga demikian," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis di Bantul, Kamis.

Dia menjelaskan, dampak dari kebijakan refocusing anggaran daerah adalah tertundanya beberapa kegiatan baik yang sebelumnya direncanakan pemerintah kabupaten maupun Pemda DIY di wilayah Bantul, sebab anggaran dialokasikan untuk penanganan wabah virus corona baru itu.

Dia menjelaskan, salah satu kegiatan yang rencana akan dilaksanakan di Bantul oleh DIY dan dipastikan tertunda adalah pembuatan jembatan yang ada di Piyungan untuk mendukung keberadaan kawasan industri Piyungan yang bersumber dari BKK (bantuan keuangan khusus).

"Informasi yang kami dapatkan termasuk ditunda dan akan dialihkan untuk penanganan COVID-19 di provinsi DIY, tentu daerah lain pun akan mengalami kegiatan yang sama, melakukan refocusing dan menunda-menunda kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan," kata Sekda Bantul.

Dia mengatakan, kalau pemkab melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2021 dan kemudian disepakati, maka pemda punya pekerjaan rumah karena banyak hal-hal mendesak yang mesti dilaksanakan tahun 2020 namun terpaksa dijadwalkan ulang.

"Apakah kemudian nanti kabupaten harus melaksanakan refocusing lagi agar bisa mengkaver kegiatan-kegiatan yang ditunda pada tahun ini, harapan kami tentunya nanti dukungan anggaran provinsi ke Bantul juga bisa ditambah agar "pekerjaan rumah" yang belum diselesaikan bisa diselesaikan di masa akan datang," katanya..

Sementara itu, terkait kasus COVID-19 di Bantul per 8 April, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bantul menyebut pasien yang sedang rawat inap yaitu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 32 orang, pasien konfirmasi positif lima orang, kemudian orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah tujuh orang.

Rumah sakit yang merawat pasien positif corona yaitu Rumah Sakit Panembahan Senopati satu orang, RSUP Sardjito satu orang, Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Hardjolukito satu orang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jogja satu orang dan RSUD Sleman satu orang.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar