Dinkes Gunung Kidul intensifkan gerakan PSN cegah DBD

id DBD,Demam Berdarah Dengue,Dinkes Gunung Kidul,Gunung Kidul

Dinkes Gunung Kidul intensifkan gerakan PSN cegah DBD

Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengintensifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dan mengubur, menguras dan menutup tempat-tempat yang berisiko jadi lokasi nyamuk dan pencegahan Demam Berdarah Dengue.

Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty di Gunung Kidul, Sabtu, mengatakan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) cukup tinggi, yakni 878 kasus.

"Kami mengimbau kepada masyarakat mengintensifkan kembali pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan mengubur, menguras dan menutup (3M) secara berkala, dimulai dari keluarga dan lingkungan," kata Dewi.

Ia mengatakan, meski ada penurunan, namun diperkirakan DBD masih akan terjadi sepanjang tahun. Saat ini jumlah kasus masih terus bertambah. Saat ini kasus DBD menurun seiring selesainya musim hujan. Antisipasi ini perlu dilakukan mengingat banyak masyarakat yang berdiam diri di rumah untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. Akan tetapi, jika tidak memperhatikan lingkungan justru akan menyebabkan muncul penyakit lain yakni DBD.

Dewi mengatakan hingga bulan ini mencapai 878 kasus. Angka ini tergolong cukup tinggi jika dibandingkan pada tahun sebelumnya. Namun begitu pada bulan ini angkanya menurun cukup drastis. Puncaknya pada Februari dan Maret yang mencapai 268 kasus. Untuk bulan ini turun 17 kasus.

"Ada empat meninggal tetapi kita belum melakukan penelitian terkait penyebab pasti kematian apakah DBD atau tidak," katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gunung Kidul Sumitro sebaran wilayah endemik DBD sendiri berada di sejumlah kecamatan diantaranya, Karangmojo, Ponjong, Wonosari dan Patuk.

Menurutnya, adanya peningkatan kasus ini menjadi perhatian banyak pihak, terutama masyarakat yang harus peka terhadap lingkungan sekitar.

"Ada kecenderungan warga memberi ruang nyamuk untuk berkembang biak. Kita berharap ada gerakan PSN atau pemberantasan sarang nyamuk sehingga tidak ada jentik nyamuk yang berkembang biak," ucap dia.

Ia mengatakan aktivitas nyamuk aedes aegypti juga ada jamnya yakni, pada pagi muncul antara 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. Sementara sore mulai 15.00 WIB hingga 16.00 WIB.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan PSN selain itu juga harus menerapkan polah hidup bersih dan sehat, pencegahan juga dengan menerapkan program 3M di tempat-tempat yang berisiko jadi lokasi perkembangbiakan, nyamuk demam berdarah," katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar