BEI DIY yakin tanggap darurat tidak pengaruhi pertumbuhan investor

id bei diy,pasar modal,covid-10,diy

BEI DIY yakin tanggap darurat tidak pengaruhi pertumbuhan investor

Karyawan beraktivitas di dekat grafik pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.)

Yogyakarta (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) optimistis perpanjangan status tanggap darurat bencana COVID-19 tidak mempengaruhi pertumbuhan investor pasar modal di DIY.

"Kami optimistis dengan gencarnya edukasi 'online' yang kami lakukan, investor DIY tetap akan bertumbuh walaupun status tanggap darurat bencana COVID-19 di DIY diperpanjang hingga 31 Juli 2020," kata Kepala BEI DIY Irfan Noor Riza di Yogyakarta, Senin.



Menurut Irfan, untuk menarik minat masyarakat menggeluti investasi pasar modal, BEI DIY terus menggencarkan edukasi di antaranya melalui program Sekolah Pasar Modal Online.

Ia mengatakan di tengah pandemi COVID-19 ini justru investor pasar modal di DIY meningkat. Saat ini tercatat jumlah investor di DIY sebanyak 51.793 investor (per Mei 2020), naik signifikan dari Januari 2020 yang masih 49.649 orang.

Selain itu, transaksi pasar modal juga bergerak fluktuatif dengan rata-rata nilai transaksi per bulan mencapai Rp801,5 miliar.



Ia berharap para investor pasar modal di DIY tetap optimistis serta tidak panik dan takut dengan situasi pasar di tengah pandemi.

Menurut dia, pengalaman IHSG selalu rebound setelah mengalami krisis, dan krisis COVID-19 ini tidak seburuk krisis-krisis sebelumnya.

"Kami yakin pemerintah segera menemukan cara untuk penanggulangannya sehingga pandemi segera berlalu. Setelah penerapan 'new normal' ini, kami optimistis ekonomi segera menggeliat lagi dan pasar modal tentunya akan berangsur pulih," kata Irfan Noor Riza.



Sebelumnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memutuskan memperpanjang kembali masa tanggap darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona jenis baru atau COVID-19 hingga 31 Juli 2020 karena masih banyak warga yang dinilai belum disiplin mematuhi protokol kesehatan.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar