Kulon Progo mengkaji rencana relokasi rumah warga terkena longsor

id Tanah longsor,Kulon Progo,BPBD Kulon Progo

Kulon Progo mengkaji rencana relokasi rumah warga terkena longsor

DPUPKP Kulon Progo menerjunkan satu unit alat berat membersihkan material longsoran yang mengenari rumah warga di Plampang II, Kokap. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengkaji rencana merelokasi satu keluarga di Dusun Plampang II, Kalurahan Kalirejo, yang rumahnya nyaris tertimbun tanah longsor pada Selasa (27/10) pagi.

Wakil Bupati Kulon Progo Fajar Gegana di Kulon Progo, Selasa datang langsung meninjau lokasi bencana tanah longsor di Plampang II, Kapanewon/Kecamatan Kokap, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti kejadian itu.

Saat ini, pemkab melalui BPBD dan dinas sosial mengupayakan ada bantuan yang diberikan kepada korban agar bisa mendapat hunian baru, kemungkinan di lokasi yang sama atau di tempat lain.

“Kami bersama BPBD meninjau kondisi ini dan nanti akan menindaklanjutinya bagaimana agar rumah milik ini bisa kembali dihuni. Tetapi kalau berdasarkan hasil pengamatan saya lokasi longsoran itu bisa kembali didirikan rumah, cuma nanti akan ditinjau kembali,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya sudah meminta Dinas Pekerjaan Umu, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kulon Progo menerjunkan alat berat untuk membersihkan material longsoran sehingga dapat digunakan untuk mengevakuasi masyarakat sekitar dan barang yang ada di rumah.

"DPUPKP sudah menerjunkan satu alat berat untuk mengevakuasi material longsoran. Selain itu, tim gabungan dari unsur kepolisian, TNI, BPBD, Tagana dan sukarelawan masih melakukan pembersihan di lokasi longsoran tanah di Plampang II," katanya.

Pada Selasa (27/10) pagi, rumah warga di Dusun Plampang II, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, nyaris tertimbun tanah longsor yang meluluhlantakkan rumah mereka. Beruntung keluarga yang terdiri dari dua orang lansia, dua orang dewasa dan satu balita itu berhasil menyelamatkan diri setelah mendengar suara gemuruh sesaat sebelum peristiwa itu terjadi.

Keluarga itu terdiri dari pasangan suami istri dan anaknya, yaitu Kusnan (35); Tutik Nuryanti (29); Natasha Nur Soleha (4) serta kedua orang tua Kusnan, Paito Sumo Wiyono (60) dan Puniyah (60). Mereka tinggal secara terpisah di tiga rumah yang saling berdekatan di wilayah RT 62, RW 19, Plampang II.

Korban tanah longsor Kokap, Kusnan mengatakan tanah longsor terjadi pada 04.30 WIB. Saat itu, dirinya yang masih terlelap dikagetkan dengan suara gemuruh dari luar rumahnya. Ketika dicek, ia melihat salah satu bangunan rumah miliknya yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan genset, peralatan elektronik dan perangkat soundstystem sudah hancur tertimbun longsoran tanah.

Longsoran itu bersumber dari tebing setinggi 60 meter yang terletak tepat di belakang rumahya. Mendapati dirinya dalam bahaya, Kusnan lantas membangunkan istri dan anaknya untuk segera keluar dari rumah mereka. Nahas pintu rumah ternyata tak bisa dibuka karena sudah tertutup material longsor.

"Saat itu panik dan bingung mau keluar lewat mana, akhirnya meloncat keluar lewat jendela. Pas lari keluar saya sempat nginjak kabel yang putus dan sempat kesetrum, tetapi saya tetep lari untuk nyelamatin bapak ibu yang ada di rumah sebelah,” kata Kusnan.

Lurah Kalirejo, Lana mengatakan selain di Plampang II, serupa juga terjadi di dua dusun lain di Kalirejo yaitu Plampang I dan Plampang III. Namun menurutnya dampak bencana paling parah di Plampang II yang menimpa rumah Kusnan dan keluarganya.

"Untuk dua dusun lain juga ada tapi tidak terlalu parah, rata-rata hanya menimpa dinding tak sampai hancur kaya begini,” kata Lana.

Menurut Lana, peristiwa tanah longsor di Kalirejo merupakan hal yang biasa terjadi saat musim hujan tiba. Namun dari sekian peristiwa, baru kali ini yang menimbulkan dampak kerusakan paling parah. “Untuk kali ini memang lumayan parah,” katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar