Pembangunan tower dua Rusun Tegalrejo Yogyakarta dilakukan pada tahun ini

id rumah susun,tegalrejo,yogyakarta

Pembangunan tower dua Rusun Tegalrejo Yogyakarta dilakukan pada tahun ini

Dokumentasi - Tower satu Rumah Susun Tegalrejo Yogyakarta yang saat ini digunakan sebagai shelter isolasi bagi pasien COVID-19 tidak bergejala, 22 September 2020. (Antara/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta menyebut pembangunan tower dua Rumah Susun Tegalrejo Yogyakarta akan dilakukan tahun ini setelah pemerintah pusat memasukkan pekerjaan tersebut dalam lelang sejak November 2020.

“Sejak usulan awal pada 2018, memang sudah direncanakan untuk dibangun dua tower. Tetapi, pekerjaan dilakukan bertahap dan baru terbangun satu tower,” kata Kepala Bidang Perumahan Permukiman dan Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Sigit Setiawan di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, tower dua untuk rumah susun tersebut akan berlokasi tepat di sisi selatan tower satu yang sudah terbangun.

Spesifikasi teknis untuk tower dua juga tetap sama seperti rumah susun yang sudah terbangun, termasuk ukuran tiap unit kamar, kelengkapan perabot, dan fasilitas pendukung yang disiapkan.

“Rumah susun dibangun tiga lantai dengan jumlah 42 unit kamar. Ukuran kamar juga sama yaitu 36 meter persegi. Yang membedakan adalah arah hadap tower,” katanya.

Jika tower pertama membujur ke arah timur-barat, maka tower kedua akan dibangun membujur ke arah utara-selatan. Nantinya, kedua bangunan tersebut akan membentuk layaknya huruf L.

Saat ini, lanjut Sigit, lahan untuk lokasi pembangunan tower dua rumah susun sudah dibersihkan dan siap dibangun.

“Begitu kami selesai melakukan land clearing dan menguruk lahan, maka langsung ditindaklanjuti dengan proses lelang oleh pemerintah pusat,” katanya.

Sigit menyebut, pembangunan rumah susun tersebut akan dilakukan langsung oleh pemerintah pusat menggunakan dana APBN dengan alokasi anggaran Rp24,5 miliar.

“Pekerjaan direncanakan dapat diselesaikan dalam waktu delapan atau sembilan bulan. Setelah selesai dibangun, maka bangunan akan diserahkan untuk dikelola Pemerintah Kota Yogyakarta,” katanya.

Saat ini pun, lanjut Sigit, proses hibah pengelolaan tower satu Rumah Susun Tegalrejo terus berproses meskipun selama pandemi COVID-19, rumah susun tersebut digunakan sebagai shelter untuk isolasi bagi pasien COVID-19 yang tidak bergejala.

“Untuk pembangunan tower dua, akan diatur sedemikian rupa sehingga tidak akan mempengaruhi atau mengganggu kegiatan di shelter penanganan COVID-19,” katanya.

Rumah susun Tegalrejo tersebut ditujukan untuk masyarakat Kota Yogyakarta yang berpenghasilan rendah sehingga untuk menjadi penghuni akan dilakukan seleksi.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021