Disdikpora: 234 SMA/SMK di DIY menggelar uji coba PTM 4 Oktober 2021

id PTM,DIY,Uji coba tatap muka,Yogyakarta

Disdikpora: 234 SMA/SMK di DIY menggelar uji coba PTM 4 Oktober 2021

Ilustrasi - Petugas sekolah mengukur suhu tubuh orangtua/wali murid saat pengambilan surat keterangan lulus pelajar kelas IX di SMP Taman Dewasa Jetis, Yogyakarta, Senin (8/6/2020). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/wsj)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan 234 SMA/SMK di daerah itu bakal menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas pada 4 Oktober 2021.

"Kalau yang sudah siap untuk SMA/SMK ada 234 sekolah. Tentu jumlahnya terus bertambah seiring kesiapan cakupan vaksinasi dan lainnya," kata Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya, saat dihubungi di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, seluruh SMA/SMK yang diizinkan menggelar uji coba PTM di DIY dipastikan telah memiliki cakupan vaksinasi siswa di atas 80 persen.

Menurut Didik, uji coba, sejatinya sudah bisa dimulai masing-masing sekolah di DIY sejak 20 September 2021.

Meski demikian, sebagian besar SMA masih melaksanakan penilaian tengah semester (PTS) berbasis komputer dan SMK masih melaksanakan asesmen nasional (AN) sehingga banyak yang belum dapat memulai uji coba PTM.

Oleh sebab itu, katanya, rata-rata SMA/SMK di DIY memilih mengajukan PTM secara efektif pada 4 Oktober 2021.

"Sebetulnya mulai hari ini pun sudah bisa PTM, tapi karena jadwal SMK harus ikut AN, sehingga cukup diwakili siswa yang mengikuti AN," kata dia.

Didik menyebutkan bahwa PTM digelar serba terbatas, yakni terbatas dalam jumlah siswa, terbatas waktu pelajaran, serta terbatas jarak antarbangku siswa.

Dalam pelaksanaan PTM itu, kata dia, juga tidak lantas meniadakan praktik pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang telah berlangsung. "Jadi nanti kombinasi antara PJJ dan tatap muka," kata dia.

Selain menerapkan protokol kesehatan serta mengecek suhu tubuh siswa setiap hari, Didik juga meminta sekolah menjalin komunikasi dengan orang tua siswa untuk mendeteksi ada atau tidaknya kasus penularan COVID-19 dalam lingkungan atau keluarga siswa.

"Jika ada yang tertular di rumah, ya sebaiknya anak tidak perlu berangkat ke sekolah dulu," kata dia.

Didik menambahkan bahwa vaksinasi dosis pertama untuk siswa berbagai jenjang pendidikan di DIY, dengan usia 12 tahun ke atas, hingga kini telah mencapai 82,86 persen.

"Untuk dosis pertama tinggal sedikit lagi, sedangkan yang dosis kedua masih berkisar 16 persen," tutur Didik Wardaya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021