Bawaslu Kulon Progo gelar lomba puisi tumbuhkan kecintaan demokrasi

id Bawaslu Kulon Progo ,HUT Bawaslu ,Lomba puisi ,Kulon Progo

Bawaslu Kulon Progo gelar lomba puisi tumbuhkan kecintaan demokrasi

Ketua Bawaslu Kulon Progo Marwanto. ANTARA/HO-Bawaslu Kulon Progo

Kulon Progo (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, bekerja sama dengan Komunitas Sastra-Ku menggelar lomba cipta puisi bertema pemilu dan demokrasi untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap pemilu dan kehidupan berdemokrasi.

"Lomba puisi ini juga dalam rangka menyemarakkan hari ulang tahun yang ke-7 Bawaslu yang jatuh pada 15 Agustus," kata Ketua Bawaslu Kulon Progo Marwanto di Kulon Progo, Minggu.

Menurut dia, sebagian kalangan saat ini memberikan stigma yang kurang baik pada kehidupan berdemokrasi kita, terutama praktik penyelenggaraan pemilu.

"Namun kami yakin rakyat masih menginginkan pemilu dan pilkada diselenggarakan di tahun-tahun mendatang. Saya juga percaya masyarakat masih memilih demokrasi untuk mengelola bangsa ini," katanya.

Baca juga: KPK usut pengajuan dana hibah ke anggota DPRD, Ketua KPUD, dan Bawaslu

Ia mengatakan adanya stigma negatif pada demokrasi dan pemilu, bisa jadi karena praktik pemilu dan berdemokrasi kita yang masih diwarnai kecurangan dan pelanggaran.

"Nah, kami ingin mendengar suara jujur lewat puisi untuk memperbaiki praktik berdemokrasi kita," katanya.

Marwanto mengatakan lembaga Bawaslu di tingkat kabupaten/kota resmi berdiri secara permanen pada 15 Agustus 2018.

"Sebelumnya, pengawas di tingkat kabupaten/kota hanya bersifat adhoc," katanya.

Baca juga: MK menyatakan Bawaslu bisa putus pelanggaran administrasi pilkada

Ia mengatakan lomba puisi tersebut terbuka untuk umum, sehingga peserta tidak sebatas warga Kulon Progo.

"Penerimaan naskah puisi akan ditutup pada Senin 4 Agustus 2025 pukul 23.59 WIB, lewat email bawaslukp@gmail.com. Nomor kontak panitia 0858-7702-9904," katanya.

Ia mengatakan, saat ini panitia telah menerika kiriman puisi dari berbagai kalangan. Ada yang penyair, pegiat literasi, akademisi atau pendidik (guru), bahkan penyelenggara pemilu.

"Dilihat dari asal pengirim juga datang dari berbagai daerah. Selain kiriman lokal dari para penulis di Kulon Progo, tercatat juga ada pengirim dari Bekasi, Indramayu, Madura, Bantul, Sleman, Malaka (NTT) dan Lampung," katanya.

Baca juga: Bawaslu Kulon Progo gerakkan Gen-Z peduli Pemilu yang bersih

Baca juga: Bawaslu kerja sama dengan kampus untuk penelitian dan pendidikan


Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.