Dispar bina empat desa wisata tidak aktif

id Kulon progo
Dispar bina empat desa wisata tidak aktif
Kabupaten Kulon Progo (Foto Istimewa)
Kulon Progo, (Antara Jogja) - Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, membina empat desa wisata yang tidak aktif supaya memiliki kegiatan kepariwisataan.

Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Krissutanto di Kulon Progo, Jumat, mengatakan di wilayah itu ada 14 desa wisata namun empat diantaranya sudah tidak aktif.

"Empat diantaranya disebut tidak aktif yakni Glagah, Pendoworejo, Ngargosari, Krembangan," kata dia.

Ia mengatakan tiga desa benar-benar tidak memiliki kegiatan sebagai desa wisata, sedangkan Desa Krembangan, Kecamatan Panjatan yang baru dikukuhkan pada 2016 lalu, belum memiliki kegiatan, walaupun Pokdarwis Gua Kebon Krembangan terhitung sudah cukup aktif.

"Kami memotivasi, namun tidak bisa memaksakan, karena perencanaan desa wisata sifatnya dari bawah ke atas," katanya.

Menurut dia, tidak aktifnya desa wisata disebabkan desa belum bisa secara optimal menangkap peluang, dan minimnya komitmen lembaga untuk menyikapi akses, atraksi dan ramah tamah.

Ia mengharapkan pengurus desa wisata atau pokdarwis selalu mengevaluasi dan bersedia menerima kritik dari luar, serta mampu menjiwai Sapta Pesona.

Untuk itu, Dispar berusaha untuk selalu memberikan dorongan dan pemahaman kepada desa wisata, misalnya saja bahwa atraksi itu bukan hanya sekadar menampilkan seni budaya, melainkan juga mengoptimalkan potensi goa, curug, kebun teh, kopi, peternakan kambing PE, perikanan, panorama, bahkan aktivitas warga di sawah, sebagai komponen wisata.

"Langkah lain yang ditempuh adalah memantau data yang diunggah soal desa wisata, termasuk perkembangannya. Tapi kembali, semua itu harus dari desa wisata, oleh dan untuk dia. Pihak lain sebagai penyemangat dan turut membantu dari segi penjualan," ungkapnya.

Kepala Desa Glagah Agus Parmono menyatakan kekecewaannya dinilai sebagai salah satu desa wisata yang tidak cukup aktif mengembangkan pariwisatanya. ***1***

(KR-STR)

Editor: Victorianus Sat Pranyoto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga