Bersih Sungai Code dorong peningkatan kesadaran masyarakat

id bersih sungai code

Kali Code Kota Yogyakarta (Foto Antara/Noveradika)

 Jogja (ANTARA Jogja) - Ratusan warga ikut aktif ambil bagian dalam kegiatan bersih Sungai Code melalui gerakan "Let`s Do It" sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat supaya terus menjaga kebersihan sungai.

"Peningkatan kesadaran masyarakat akan kebersihan sungai sangat penting dilakukan. Peningkatan kesadaran ini tidak hanya dilakukan melalui pemberian sanksi tetapi bisa dilakukan melalui kegiatan semacam ini," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta Eko Suryo Maharso di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, berbagai program peningkatan kebersihan sungai telah dilakukan, namun kesadaran masyarakat seharusnya tidak hanya terbangun saat ada kegiatan tersebut melainkan juga setelahnya.

Membangun kesadaran masyarakat, lanjut dia, bukan merupakan pekerjaan yang mudah dilakukan dan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dalam penanganan sampah.

"Kami menggandeng lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas-komunitas lain agar ikut membantu berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya kebersihan sungai," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pemerti Code Totok Pratopo mengatakan, sampah-sampah yang ada di sungai justru berasal dari sampah yang dibuang oleh masyarakat yang tidak tinggal di bantaran sungai, bahkan ada pula pedagang kaki lima (PKL) yang membuang limbahnya ke sungai.

"Ini yang masih menjadi tantangan bagi kami yang tinggal di bantaran sungai," katanya.

Totok mengatakan, akan merekrut satu kader di masing-masing rukun warga (RW) yang terletak di sepanjang bantaran Sungai Code untuk mendapat pelatihan menjadi penggerak penataan sungai.

Sedangkan Koordinator Gerakan "Let`s Do It Indonesia" Marie Le Ferrand mengatakan, gerakan bersih sungai di Sungai Code tersebut merupakan kegiatan pertama di Indonesia.

"Kami berharap, kegiatan ini bisa menggerakkan semua pihak agar memiliki kesadaran untuk menaruh sampah di tempat yang benar," katanya.

Gerakan "Let`s Do It" tersebut berawal di Republik Estonia, yang memiliki kepedulian terhadap penyelamatan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang baik.

Di Yogyakarta, gerakan "Let`s Do It" digelar di beberapa titik, seperti di Dongkelan Kasihan Bantul, Nitiprayan serta tujuh titik di sepanjang bantaran Sungai Code.

Dari hasil pembersihan di Sungai Code, berhasil dikumpulkan cukup banyak sampah anorganik seperti botol plastik yang kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir.
(E013)


Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar