Disbudpar Gunung Kidul dampingi Balai Arkeologi teliti Sungai Oya

id Disbudpar Gunung Kidul dampingi Balai Arkeologi teliti Sungai Oya

Disbudpar Gunung Kidul dampingi Balai Arkeologi teliti Sungai Oya

logo Pemkab Gunung Kidul (foto istimewa)

Gunung Kidul, (Antara Jogja) - Dinas Kebudayaan dan Kepariwistaan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendampingi tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan penelitian di sepanjang Sungai Oya yang diharapan meningkatkan referensi terkait peradaban masa lampau dari wilayah ini.

"Saat ini sedang dilakukan penelitian yang berasal dari Balai Arkeologi Yogyakarta di sepanjang Sungai Oya dari Kecamatan Semin, Ngawen, Karangmojo, Playen hingga Paliyan," kata Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Gunung Kidul Ristu Raharja di Gunung Kidul, Minggu.

Ia mengatakan tim dari Balai Arkeologi ini terdiri dari lima orang yang sudah melakukan kegiatannya. Tujuannya mengetahui peradaban zaman batu tua (paleolitikum) hingga batu tengah (mezolitikum) di sepanjang aliran Sungai Oya. "Sudah dimulai minggu lalu," katanya.

Ristu menyampaikan pihaknya tidak begitu memahami penelitan tersebut karena hanya sebagai pendamping. Namun demikian, disepanjang Sungai Oya memang pernah ditemukan benda bersejarah yang diduga berasal dari ribuan tahun lalu.

"Warga sekitar sudah pernah menemukan berbagai benda seperti fosil," katanya.

Ia berharap nantinya setelah selesai penelitian pihaknya bisa mendapatkan salinan. "Semoga nantinya kita diberikan salinan hasil penelitian. Untuk saat ini prosesnya masih terus berlangsung. Kita memebrikan personil untuk melakukan pendampingan kegiatan tersebyt," katanya.

Sementara Pemerhati Sejarah asal Gunung Kidul Yuwono mengatakan sebaiknya pemkab setempat proaktif melakukan pemetaan situs purbakala. Di sekitar Gunung Kidul banyak sekali ditemukan peninggalan bersejarah maupun masa pra sejarah tetapi kurang terdokumentasi dengan baik.

"Sebaiknya pemerintah proaktif, banyak situs yang dibiarkan tanpa perawatan yang memadai," katanya.

(U.KR-STR)
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar