Realisasi pendapatan pajak Bantul 2017 lampaui target

id bantul

Kabupaten Bantul (Foto Istimewa)

Bantul, (Antara Jogja) - Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan realisasi pendapatan pajak daerah ini Januari-November 2017 telah melampaui dari yang ditargetkan.

"Realisasi pajak daerah Bantul 2017 sampai pertengahan November 2017 mencapai Rp145 miliar, sementara targetnya Rp131 miliar, sehingga tercapai 110 persen," kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Bantul Sri Ediastuti disela acara Apresiasi Pajak Bantul di Bantul, Selasa.

Menurut dia, ada 10 jenis penerimaan pajak di Bantul yang realisasinya hingga November telah lampaui target, yaitu pajak hotel dengan target Rp1,2 miliar dan realisasi Rp1,3 miliar, pajak restoran dari target Rp5,8 miliar teralisasi Rp7,044 miliar.

Kemudian pajak hiburan dari target sebesar Rp500 juta, terealisasi sebesar Rp604 juta, pajak reklame dari target sebesar Rp1,75 miliar terealisasi Rp1,77 miliar, pajak penerangan jalan dari target Rp32 miliar terealisasi Rp32,7 miliar.

Selanjutnya pajak mineral, logam dan batuan dari target Rp700 juta terealisasi Rp1 miliar, pajak air bawah tanah dari target Rp500 juta terealisasi Rp504 juta, pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dari target Rp57 miliar terealisasi Rp60 miliar.

Kemudian, kata Sri Edi pajak bumi dan bangunan (PBB) desa dan perkotaan dari target sebesar Rp31,4 miliar terealisasi Rp35,4 miliar, sementara pajak parkir dari target Rp90 juta terealisasi sebesar Rp113 juta.

"Kegiatan apresiasi pajak daerah ini bertujuan memberikan penghargaan dari Pemkab Bantul kepada seluruh wajib pajak yang telah membayar pajak daerah secara tertib, tepat waktu dan tepat jumlah," katanya.

Menurut dia, wajib pajak (WP) yang diberikan apresiasi pada acara itu sebanyak 400 WP yang terdiri pengusaha besar, OPD, perbankan sebagai pengelola pajak, camat dan lurah untuk sosialisasi kepada rekan-rekan pamong desa.

Sementara itu, Bupati Bantul Suharsono mengatakan, setiap warga memiliki kesadaran mengenai posisi sebagai warga negara yang taat pajak, apalagi pajak sebagai sumber daya yang dibutuhkan negara dalam menggerakkan pembangunan.

"Pajak itu sangat memberikan manfaat bagi kemajuan pembangunan di negara dan daerah. Oleh karena itu, marilah momentum pemberian apresiasi wajib pajak ini selayaknya dapat menumbuhkan motivasi rasa sadar dan peduli pajak bagi seluruh wajib pajak," katanya.***3***

(KR-HRI)


Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar