Gunung Kidul luncurkan "Semedi"

id Semedi, dokumen kependudukan

Ilustrasi (foto istimewa)

Gunung Kidul, 10/1 (Antara) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meluncurkan program "Semedi" atau "sehari mesti jadi" untuk kepengurusan dokumen kependudukan.

"Kami meluncurkan kepengurusan dokumen kependudukan sehari mesti jadi atau program Semedi. Uji coba pelayanan terpadu dilakukan bersama Kecamatan Wonosari," kata Kepala Disdukcapil Gunung Kidul Eko Subiantoro di Gunung Kidul, Rabu.

Dia mengatakan, melalui pelayanan terpadu tersebut warga cukup mengajukan satu permohonan dan akan mendapatkan tiga hingga empat dokumen kependudukan.

"Sebagai contoh, permohonan akta kelahiran akan mendapatkan akta lahir, KK, dan KIA yang jadi pada hari yang sama," katanya.


Eko mengatakan, pada 2018 Kabupaten Gunung Kidul didorong untuk melakukan uji coba penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA). KIA diterbitkan untuk anak usia nol hingga 17 tahun.


"Memang belum resmi, namun mulai saat ini mulai diuji coba. Sosialisasi juga masih terbatas," ucapnya.

Ia menambahkan secara teknis, KIA untuk anak usia nol hingga lima tahun tidak dilengkapi dengan foto, namun KIA untuk anak usia lebih dari lima tahun sudah disertai foto pemilik identitas.


Salah seorang warga Playen Tutik mengatakan, sudah mengurus KIA untuk anaknya yang berumur 10 bulan. Ia mengaku mendengar informasi dari desa untuk membuat KIA.

"Sudah diurus, karena katanya penting untuk anak ke depan," katanya. ***2***

Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar