Polres Gunung Kidul perketat pengamanan Pemilu 2019

id Pemilu 2019,Polres Gunung Kidul

Mapolres Gunung Kidul (Foto Istimewa) (istimewa)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Kepolisian Resor Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan memperketat pengamanan menjelang Pemilihan Umum 2019 terutama di media sosial untuk mengantisipas8 adanya perubahan suhu politik dan perbedaan gerakan dari pengerahan masa dan penyebaran isu.
     
"Pada Pemilu 2014  belum ada isu SARA  yang disebarkan melalui media sosial. Hal itu kami khawatirkan akan memicu kerusuhan di tengah masyarakat,” kata Kapolres Gunung Kidul AKBP Ahmad Fuady di Gunung Kidul, Jumat.
   
Dia mengatakan pihaknya menyiapkan tim khusus yang melakukan patroli cyber. Bahkan nantinya jika ada yang terbukti memenuhi unsur pidana akan segera ditindak. Antisipasi dengan patroli cyber jika ada yang menyebarkan ujaran kebencian, hingga berita palsu.
     
"Apabila yang menyebarkan memunuhi unsur dapat dipidanakan dengan UU ITE," katanya.
     
Ahmad mengatakan pihkanya mengimbau kepada seluruh partai politik maupun simpatisan untuk mengikuti pemilu secara damai.
     
"Namanya pesta, harusnya dapat dinikmati oleh masyarakat bukannya malah banyak terjadi kericuhan,” katanya.
     
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gunung Kidul Is Sumarsono mengatakan bahwa pihaknya diundang untuk mensinergikan peran Bawaslu dengan peran Polri.
     
Ia menyebut kampanye di media sosial menjadi perhatian pihaknya. "Yang paling kami antisipasi adalah kampanye, kampanye sekarang ini sangat luar biasa terutama kampanye di media sosial," katanya.
     
Dia mengatakan peningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu 2019. Dengan adanya sinergitas yang baik, pihaknya berharap pemilu tahun depan dapat berlangsung aman tanpa menimbulkan gesekan.Dalam Oeraturan KPU Nomor 23 tertulis ada kewajiban partai politik mendaftarkan media sosial yang digunakan untuk kampanye.
     
"Kami dapat memantau kalau ada indikasi melanggar kami dapat menindak, yang jadi masalah adalah banyak akun diluar yang telah didaftarkan," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar