Komunitas "Kandang Kebo" gelar sarasehan batik

id Batik

Motif batik ceplok segoro amarto sebagai motif batik khas Kota Yogyakarta (Foto Antara/Eka Arifa Rusqiyati)

Sleman (Antaranews Jogja) - Komunitas penggiat budaya "Kandang Kebo" akan menggelar sarasehan budaya bertema "Motif Kain pada Relief dan Arca Candi serta Penggunaannya pada Masa Kini".
     
"Kegiatan sarasehan ini akan digelar di Basecamp Komunitas "Kandang Kebo" Dusun Ngalian Widodomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Sabtu 17 November. Sarasehan tersebut gratis dan terbuka untuk umum," kata koordinator kegiatan Maria Tri Widayati di Sleman, Kamis.
     
Menurut dia, selain sarasehan juga akan dilaksanakan kegiatan 'Blusukan Brutal" pada hari Minggu 18 November 2018 mulai jam 07.30 WIB dengan objek Candi Borobudur dan Balai Konservasi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.
     
"Sarasehan tersebut merupakan pelaksanaan yang ke delapan kalinya dan kali ini mengangkat tema 'Motif Kain pada Relief dan Arca Candi serta Penggunaannya pada Masa Kini'," katanya.
     
Ia mengatakan, dalam kesempatan tersebut pihaknya menghadirkan tiga narasumber yaitu arkeolog senior Marsis Sutopo (Mantan Kepala Balai Konservasi Borobudur), Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantara, dan Ketua Asosiasi Profesi Batik dan Tenun Nusantara (APBTN) Cabang Bantul Krisni Kuntari dengan moderator Transpiosa Riomandha.
     
"Bagi peserta diharap mengenakan kain 'udheng: atau 'iket' atau kain penutup kepala," katanya.
     
Maria mengatakan, alasan mengangkat tema batik dikarenakan batik sebagai warisan budaya tak benda dunia, semakin hari semakin umum dipakai oleh masyarakat. Namun apabila diperhatikan, jarang para pemakai batik memahami makna dan filosofi motif yang mereka pakai.
   
 "Selain itu batik sebagai produk asli Indonesia sudah di kenal sejak masa Indonesia kuna, yaitu terlihat pada relief dan arca arca di candi yang menggunakan kain bermotif. Namun kekayaan motif kain batik pada relief maupun arca tersebut masih sangat jarang diangkat oleh para seniman ataupun produsen kain batik," katanya.
     
Dengan demikian, kata dia, melalui sarasehan tersebut akan dapat mengenalkan kembali motif-motif batik yang ada di relief maupun arca-arca di candi,  pemaknaannya pada masa kini, dan kiprah pemerintah dalam membina para seniman batik.
     
Kepala Bidang Dokumentasi, Sarana dan Prasarana Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Wasita mengatakan, Dinas Kebudayaan Sleman mengapresiasi yang tinggi terhadap kegiatan tersebut.
     
"Kegiatan-kegiatan tersebut akan meningkatkan cakrawala terhadap pemahaman budaya lokal serta meningkatkan kepedulian dan rasa handarbeni terhadap potensi budaya yang adiluhung," katanya
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar