Sultan minta kepastian Bandara NYIA dapat ditinjau Presiden Jokowi

id Sultan,Bandara Kulon Progo

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mendapat penjelasan perkembangan pembangunan Bandara NYIA. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon  Progo (Antaranews Jogja) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X meminta kepastian proyek New Yogyakarta International Airport di Kabupaten Kulon Progo dapat ditinjau oleh Presiden RI Joko Widodo pada 21 Januari 2019.
     
Sri Sultan HB X di Kulon Progo, Selasa, mengatakan setiap bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo selalui ditanya soal perkembangan proyek New Yogyakarta International Airport  (NYIA) dan kapan bisa dikunjungi.
     
"Pada 21-22 Januari 2019 ini, beliau akan melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta. Apakah bisa ditinjau tidak. Kalau tidak bisa Januari, yang pas, waktunya kapan? Atau hanya satu kali ditinjau saat peresmian pada April. Yang terpenting saya dapat jawaban dan kepastian waktunya," kata Sultan saat mininjau lokasi pembangunan Bandara NYIA.
     
Sultan juga meminta PT Angkasa Pura I menyiapkan materi video dan pendukung lainnya supaya dapat dipromosikan saat dirinya melakukan kunjungan kerja di Finlandia pada 15 Januari 2019 ini.
     
Rencananya, dirinya bersama PHRI dan Asita akan ke Finlandia mempromosikan berbagai potensi di DIY, dan peluang investasi lainnya.
     
"Ada video yang paling pas untuk kami promosikan di Finlandia nanti. Paling tidak, video yang bisa di benchmark," katanya.
     
Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini juga berharap Bandara NYIA dapat dioperasikan April 2019 untuk penerbangan minimun internasional. Harapannya ada ruangan yang bisa digunakan untuk transit presiden.
   
"Kami mohon dalam pembangunan ini tidak ada alasan tidak terselesaikan, kita harus bekerja profesional. Pembangunan ini harus dikerjakan dengan baik, kita bekerja profesional dengan tetap mengutamakan kualitas. Jangan sampai landasan pacunya tidak seimbang dan ada air yang menggenangi, dan tidak ada alasan pengerjaan proyek mundur," harap Sultan.
   
Ia mengatakan Pemda DIY juga siap membangunkan sarana dan prasarana kebutuhan air bersih untuk menyuplai Bandara NYIA. Pemda DIY sudah mendapat surat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan kapasitan 500 liter per detik.
     
"Harapan saya, kebutuhan air di Bandara NYIA dapat diselesaikan," katanya.
    
Sultan berpesan dan mewanti-wanti PT PP dan PT Angkasa Pura I mengantipasi munculnya danau saat musim hujan di kawasan terminal, apron dan landasan pacu. PT PP dan AP I harus mengantipasi dengan membuat rekayasa drainase, supaya air dalam bandara bisa keluar ke Sungai Serang atau Sungai Bogowonto.
     
"Bagaimana drainase didesain sedemikian rupa supaya tidak ada danau yang muncul saat hujan. Kami tidak ingin ada muncul persoal baru munculnya tulisan-tulisan yang bisa merusak arsitektur yang ada," katanya.
   
Sultan juga berpesan supaya semua pihak yang terlibat dalam pembangunan Bandara NYIA bekerja keras dan segera berkoordinasi dengan Pemda DIY dan Pemda Kulon Progo supaya permasalahan dapat diselesaikan.
     
"Semua harus bekerja keras menyelesaikan yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Kami minta kalau ada persoalan di lapangan, langsung dikomunikasikan, sehingga kami dapat menyelesaikan persoalan-persoalan di lapangan," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar