Enam pasang penganten nikah bareng di wahana Taman Tempuran Piyungan

id Nikah Bareng

Enam pasang penganten Nikah Bareng di Taman Tempuran Cikal Piyungan, Bantul. (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Enam pasang penganten mengikuti kegiatan nikah bareng di wahana Taman Tempuran Cikal Piyungan, Desa Srimulyo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Forum Taaruf Indonesia atau Fortais Sewon.

"Pernikahan yang dilakukan di wahana air Taman Tempuran dua sungai (Sungai Gawe dan Opak) ini merupakan yang pertama di dunia," kata Ketua Pelaksana Nikah Bareng Ryan Budi Nuryanto disela kegiatan di Taman Tempuran Cikal Piyungan Bantul, Rabu.

Menurut dia, nikah bareng bertajuk "Amazing Gelaran 6 Pernikahan Unik Pertama di Dunia" ini diselenggarakan dalam rangka Hari Air Se-Dunia (world day for water) yang jatuh pada 22 Maret dan menyambut pelaksanaan Pemilu serentak 2019.

Hal itu, kata dia, karena tempuran (pertemuan) dua sungai itu ibarat dua kekuatan pasangan calon (paslon) 01 dan paslon 02 yang nantinya setelah ajang Pemilu 2019 berakhir akan menyatu kembali membangun Indonesia.

"Kegiatan dengen tema "Unity in diversity" (persatuan dalam perbedaan) ini untuk menjaga keberlangsungan air sebagai sumber kehidupan dengan menjaga kebersihan sungai dan menyukseskan Pemilu 17 April 2019," katanya.

Menurut dia, disebut pernikahan unik pertama di dunia karena prosesi ijab qabul enam pasangan dilakukan di enam wahana air, yang itu mengibaratkan tiap orang punya perbedaan, tetapi punya satu tujuan dan semua harus saling menghargai tidak saling menjatuhkan.

Enam pasang manten itu adalah Utomo (57) dengan Sri Mujiati Ningsih (53) yang menikah di atas pohon bambu, Nurahman Popo (33) dengan Dian Yulistianti (36) menikah di hammock (kain menggantung di pohon), dan Sugiman (39) dengan Siti Nur Khasanah (35) yang menikah di flying fox.

Selanjutnya Yuswantoro (36) dengan Ida Satriani (32) yang menikah dengan naik perahu, dan Dwi Riyanto (35) dengan Sudarmi Dyah menikah dengan naik speed boat, serta Bejo Ismaryono (42) dengan Melani Praptiningsih (39) menikah dengan naik kano.

"Busana dan riasan manten sangat istimewa, karena selain dari (adat) berbagai daerah, juga dirancang khusus untuk dikenakan di enam tempat ijab qabul yang berbeda dengan keamanan di atas pohon dan sungai yang dipandu tim SAR DIY," katanya.

Ryan menjelaskan, yang juga unik dalam nikah bareng itu adalah mahar atau mas kawin berupa ikrar pancasila dan buah durian, seperangkat alat sholat, cincin kawin, pesta kerakyatan, bingkisan manten dan busana yang difasilitasi panitia penyelenggara.

"Pancasila dan buah durian mengandung filosofi bahwa mereka nantinya dalam membina rumah tangga dan mendidik anaknya sesuai dengan nilai luhur Pancasila dan buah durian duri yang tajam ibarat tameng," katanya.
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar