Dua guguran lava pijar meluncur dari Gunung Merapi

id Lava pijar

Arsip Foto. Gunung Merapi tertutup asap putih terlihat dari wilayah Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (12/1/2019) dini hari. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc (.)

Yogyakarta (ANTARA) - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar dua kali dengan jarak luncur 600-700 meter ke arah Kali Gendol pada Minggu.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resminya menyebutkan melalui keterangan resminya menyebutkan guguran lava yang meluncur ke arah Kali Gendol itu teramati melalui CCTV pada periode pengamatan sejak pukul 00:00 WIB hingga 06:00 WIB.

Pada periode itu, asap kawah tidak teramati. Cuaca di gunung itu terpantau cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur laut dengan suhu udara 15-21.6 derajat celcius, kelembaban udara 77-84 persen, dan tekanan udara 627.45-687.8 mmHg. 

Selain itu, juga terekam 7 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-45 mm selama 14.9-92 detik, 2 kali gempa hembusan dengan amplitudo 20-60 mm selama 24.2-29.4 detik, 1 kali gempa Hybrid dengan amplitudo 4 mm selama 8,2 detik, 2 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 60-70 mm selama 20-22 detik.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada, dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan dengan kejadian guguran awan panas yang jarak luncurnya semakin jauh, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi, media sosial BPPTKG atau ke kantor BPPTKG.***3***
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar