Warga AS mulai menaggalang dana untuk Notre-Dame

id Katedral Notre-Dame,Paris,Kebakaran dahsyat

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya, Brigitte, memantau pemadaman kebakaran di Katedral Notre Dame, di Paris, Prancis, Rabu (16/4/2019). (REUTERS/Philippe Wojazer/Pool)

Los Angeles (ANTARA) - Kebakaran yang meluluhlantakkan Katedral Notre-Dame di Paris pada Senin memicu aksi penggalangan dana di Amerika Serikat.

Para warga yang khawatir akan kobaran api tersebut mulai berkomitmen untuk membangun kembali gedung bersejarah dunia itu, bahkan saat kebakaran masih berlangsung.

French Heritage Society yang berbasis di New York dan Go Fund Me merupakan badan-badan yang pertama menawarkan bantuan untuk Notre-Dame. Katedral tersebut dianggap para wisatawan mancanegara sebagai tujuan yang "wajib" dikunjungi  saat berada di Paris.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan aksi peduli internasional akan diluncurkan guna menggalang dana untuk membangun kembali Katedral Notre-Dame.

French Heritage Society, LSM Amerika yang didedikasikan untuk melestarikan kekayaan budaya dan arsitektur Prancis, pada Senin (15/4) meluncurkan laman daring untuk menggalang dana perbaikan katedral.

"Notre-Dame jelas merupakan keajaiban arsitektur dan pastinya monumen yang harus dibangun kembali," kata direktur eksekutif French Heritage Society, Jennifer Herlein melalui percakapan telepon.

Herlein tidak dapat langsung mengatakan berapa banyak organisasinya yang menggalang dana untuk Notre-Dame pada Senin. Nantinya, dana tersebut akan berikan langsung kepada katedral, kata dia.

Organisasi, yang didirikan pada 1982, tahun lalu memberikan dana hibah lebih dari 430.000 dolar AS (sekitar Rp6miliar) untuk pemulihan sejumlah proyek di perpustakaan nasional Prancis, ungkapnya.

Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar