Sahabat Semarang tampil konsisten melaju ke final Srikandi Cup

id Srikandi Cup,sahabat semarang, gmc

Pertandingan babak semifinal Srikandi Cup yang mempertemukan Sahabat Semarang dengan Generasi Muda Cirebon. Sahabat Semarang melaju ke final (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Sahabat Semarang yang tampil konsisten di sepanjang pertandingan memastikan tempat di babak final Srikandi Cup setelah menundukkan GMC 63-55 pada babak semifinal yang digelar di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo UII Yogyakarta, Jumat.

Yuni Anggraeni menjadi penyumbang poin terbanyak untuk memuluskan langkah Sahabat Semarang menuju babak final dengan mengumpulkan total 26 poin, 16 rebound dan satu assist, diiukuti Dyah Lestari dengan 22 poin, 11 rebound dan empat assist.

Pertandingan kuarter pertama antar kedua tim berjalan tidak imbang. Sahabat Semarang mendominasi permainan dengan mengoleksi 18 poin sedangkan tim lawan hanya mampu membukukan tujuh poin.

Memasuki kuarter kedua, Generasi Muda Cirebon (GMC) berupaya meningkatkan serangan namun belum membuahkan hasil maksimal sehingga Sahabat Semarang tetap dapat menguasai jalannya pertandingan dan menutup kuarter tersebut dengan keunggulan poin dua kali lipat dibanding GMC, 34-17.

Meskipun tertinggal cukup jauh, namun semangat GMC untuk bisa masuk ke babak final tetap menyala. Berbagai upaya dilakukan untuk membukukan poin. Tetapi, Sahabat Semarang yang mampu tampil konsisten tetap mendominasi permainan dan mempertahankan keunggulan dengan skor 50-30.

Di kuarter pamungkas, Adelia Callista dan kawan-kawan justru membuat kejutan dengan pola permainan yang mereka terapkan sehingga membuat kubu Sahabat Semarang hampir-hampir tidak berkutik.

Tetapi, 25 poin di kuarter keempat yang dikumpulkan GMC Cirebon belum mampu menggoyahkan Sahabat Semarang yang melenggang mulus ke final.

Selama pertandingan, Adelaide Callista mampu mengoleksi 20 poin, delapan rebound dan satu assist diikuti N Azhara dengan 13 poin, empat rebound dan satu assist.

Pada babak final Sahabat Semarang akan bertemu pemenang antara Tanago Friesian Jakarta melawan Merpati Bali.

“Pada awal pertandingan, Sahabat lebih siap dan berani bermain keras, body contact sedangkan pemain kami lebih memilih bermain aman. Padahal, defense kami pun tidak buruk,” kata Asisten Pelatih GMC Wahyu Gunarto.

Meskipun harus rela tidak berlaga di partai puncak, namun Gunarto mengatakan, akan berusaha memperbaiki kelemahan selama pertandingan final sebagai modal untuk memperebutkan posisi ketiga yang akan digelar Sabtu (27/4).

Sementara itu, Pelatih Sahabat Semarang Xaverius Wiwid memuji penampilan anak asuhnya yang tampil cukup baik. “Saya beri nilai delapan untuk permainan anak-anak hari ini,” katanya.

Meskipun demikian, ia tetap memberikan kritik mengenai permainan anak asuhnya di kuarter terakhir yang dinilai mengendur. “Di kuarter keempat kami tampilkan pemain cadangan. Harapannya, besok kami bisa bermain dengan baik dan juara,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar