Kawasan transmigrasi Rasau Jaya direvitalisasi UGM

id revitalisasi kecamatan rasau jaya,tim KKN UGM,Pemkab Kubu Raya

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan bersama mahasiswa peserta Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta saat menunjukkan hasil program revitalisasi yang mereka lakukan di kecamatan Rasau Jaya (ANTARA/Rendra Oxtora)

Pontianak (ANTARA) - Universitas Gadjah Mada Yogyakarta melakukan revitalisasi masyarakat transmsigrasi di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM)

"Kami  fokus antara lain melakukan pemurnian air, pemetaan desa, pembangunan basis data wilayah, dan analisis wilayah," kata Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Ahmad Agus Setiawan di Rasau Jaya, Minggu.

Tim yang beranggotakan 27 mahasiswa dari berbagai fakultas itu memfokuskan pada empat sasaran utama, yakni pembangunan berkelanjutan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, agroindustri 4.0, dan revitalisasi kesehatan.

Dia menjelaskan, air menjadi masalah utama karena hingga kini, setiap musim kemarau, masyarakat masih memanfaatkan air sungai secara langsung meski berwarna merah kecokelatan dengan kadar TSS (total suspended solid) 232 mg/l dan pH yang mencapai angka 3-4.

"Tim KKN UGM berupaya memberikan solusi dengan membuat penjernih air sungai yang dapat menurunkan kadar TSS menjadi 68 mg/l dengan pH 6-6,5, sehingga lebih layak untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk mandi, cuci, dan kakus," katanya.

Dia menambahkan, alat penjernih air ini dibuat secara sederhana dan ekonomis sehingga nantinya dapat direplikasi oleh masyarakat.

Kemudian, katanya, untuk proses pemetaan desa yang dilakukan oleh tim meliputi batas administrasi kecamatan dan desa, sarana prasarana, rekomendasi arahan penggunaan lahan, dan indeks desa membangun (IDM).

"Pemetaan desa ini akan mempermudah masyarakat luas mengenal Rasau Jaya sekaligus dapat menyajikan informasi untuk membantu pengambilan kebijakan desa maupun kecamatan," katanya.

Ahmad mengatakan tim KKN UGM juga berusaha memugar objek pariwisata berupa taman bunga di Rasau Jaya Tiga yang dikenal dengan "Rajati Flower Garden".

Menurutnya, objek yang dibuka pada 2018 lalu ini berpotensi menjadi destinasi pariwisata Pontianak.  

"Rajati Flower Garden akan dikembangkan dengan menambahkan jenis bunga baru dan beberapa spot foto  serta menginisiasi cenderamata khas Rasau Jaya sebagai produk unggulan masyarakat setempat guna peningkatan pendapatan," katanya.

Pihaknya, lanjut Ahmad, juga melakukan  pelatihan batik tulis, pelatihan e-commerce dan pembuatan produk turunan jagung dan nanas.

Pihaknya kata Ahmad, juga melakukan sosialisasi beternak ayam kampung dan penyuluhan kesehatan tentang reproduksi dan penyakit menular seksual, dan sosialisasi antinarkoba.

 Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan  mengaku bahagia dan bangga karena mendapat energi dari sumber daya manusia melalui KKN-UGM di Rasau Jaya. 

Baca juga: Mahasiswa KKN-PPM UGM membangun instalasi penjernih air di Rasau Jaya
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar