Dolar AS menguat

id dolar,kurs dolar,greenback,pelemahan yuan,kurs

Dolar AS menguat

Seorang karyawan menghitung tagihan dolar AS di kantor penukaran uang di Kairo pusat, Mesir (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)

New York (ANTARA) - Kurs dolar AS berbalik menguat atau rebound terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah penurunan mata uang safe-haven termasuk yen Jepang dan franc Swiss, setelah bank sentral China mengatakan pada Selasa (6/8/2019) bahwa ia tidak akan menggunakan mata uang sebagai alat untuk menangani perselisihan dagang.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,12 persen menjadi 97,6393 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1200 dolar AS dari 1,1202 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2152 dolar AS dari 1,2141 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,6756 dolar AS dari 0,6760 dolar AS.

Dolar AS dibeli pada 106,53 yen Jepang, lebih tinggi dari 106,03 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9768 franc Swiss dari 0,9736 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,3279 dolar Kanada dari 1,3217 dolar Kanada.

Pasar valuta asing (valas) global beralih pada mode risk-off atau penghindaran risiko setelah ancaman AS memberlakukan tarif tambahan10 persen pada barang-barang China senilai 300 miliar dolar AS mulai 1 September.

Pelabelan AS terhadap China sebagai manipulator mata uang pada Senin malam (5/8/2019) telah memicu pertentangan luas di komunitas keuangan global.

Pernyataan bank sentral China, People's Bank of China (PBOC) pada Selasa (6/8/2019) yang mengatakan China tidak akan menggunakan mata uang sebagai alat untuk menangani sengketa perdagangan, telah menenangkan pasar valas global, mengurangi permintaan untuk mata uang safe-haven termasuk yen Jepang dan franc Swiss.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar