Dominika bongkar geng narkoba terbesar

id Republik Dominika,geng narkoba dibongkar

Para anggota Tentara Nasional, Direktorat Nasional Pengendalian Obat-obatan (DNC) serta Kementerian Kemasyarakatan menggerebek gedung-gedung milik Cesar Emilio Peralta, yang dituduh menjalankan jaringan perdagangan narkoba di Republik Dominika dan Amerika Serikat. Gambar diambil di Santo Domingo, Republik Dominika, Selasa (20/8/2019). ANTARA/REUTERS/Ricardo Rojas/TM

Santo Domingo (ANTARA) - Jaksa penuntut utama Republik Dominika mengatakan pada Selasa (20/8) bahwa geng perdagangan narkoba terbesar di negara kawasan Karibia itu telah berhasil dibongkar.

Kelompok itu diduga menggunakan dua mantan pemain bisbol profesional untuk melakukan pencucian aset. 
 
Mantan pitcher Liga Bisbol Utama Octavio Dotel ditangkap sebelumnya pada Selasa, sementara Luis Castillo, yang juga mantan pemain, disebut oleh pihak berwenang sebagai bagian dari geng.

Lebih dari 40 serbuan dilancarkan di seluruh negeri sehubungan dengan kasus itu, menurut Jaksa Agung Dominika Jean Alain Rodriguez.
Para personel Tentara Nasional, Direktorat Nasional Pengendalian Obat-obatan (DNC), dan Kementerian Kemasyarakatan menggerebek gedung-gedung milik Cesar Emilio Peralta, yang dituduh menjalankan jaringan perdagangan narkoba di Republik Dominika dan Amerika Serikat. Gambar diambil di Santo Domingo, Republik Dominika, Selasa (20/8/2019).  ANTARA/REUTERS/Ricardo Rojas/TM 


Rodriguez mengatakan kepada wartawan di konferensi pers bahwa kasus tersebut menandai operasi antinarkotika terbesar dalam sejarah Republik Dominika baru-baru ini.

Dia mengatakan geng itu, yang diduga dikendalikan oleh pemilik klub malam Cesar Emilio Peralta, menjalankan salah satu operasi perdagangan narkoba terbesar di kawasan tersebut. Mereka mengangkut obat-obatan terlarang, termasuk kokaina, dari Amerika Selatan ke Amerika Serikat dan Eropa.

Reuters belum dapat menghubungi Dotel, Castillo, Peralta, atau pengacara mereka, untuk dimintai komentar.

Sumber: Reuters


 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar