Pedagang dipindah ke Pasar Sleman Unit II pascakebakaran los

id Kebakaran pasar,Pasar Sleman,Disperindag Sleman

Pedagang dipindah ke Pasar Sleman Unit II pascakebakaran los

Dokumentasi foto - Petugas kebersihan membersihkan area kios yang hangus pasca kebakaran di Pasar Baru, Bekasi, Jawa Barat, Senin (16/9/2019). ANTARA FOTO/Risky Andrianto/ama.

Sleman (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memindahkan para pedagang ke Pasar Sleman Unit II pascakebakaran yang menghanguskan dua los Pasar Sleman Unit I pada Jumat (28/9) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

"Agar para pedagang tidak terlalu lama berjualan,  mereka yang lapaknya terbakar kami pindahkan ke Unit II," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Tri Endah Yitnani di Sleman, Selasa.

Menurut dia, aktivitas perdagangan di Pasar Sleman sudah berangsur normal.

"Sementara los yang terbakar tidak digunakan. Pedagang dipindah ke Pasar Sleman Unit II. Ini untuk pedagang yang sudah siap untuk kembali berdagang," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya memastikan perbaikan terhadap pasar yang terbakar tidak dilakukan tahun ini. Karena masalah anggaran.

"Perbaikan los pasar yang terbakar paling cepat bisa diusulkan di APBD 2020," katanya.

Tri Endah mengatakan tahun ini, pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk merevitalisasi Pasar Kejambon, Ngemplak, Sleman. Sebesar Rp1,4 miliar. Saat ini progres revitalisasi baru 30 persen.

"Selain itu, juga perbaikan ringan untuk tiga pasar meliputi Pasar Pakem, Gamping dan Godean. Perbaikan itu untuk saluran drainase agar ketika hujan tidak ada genangan air," katanya.

Ia mengatakan, agenda perbaikan pasar akan terus berjalan sesuai rencana. Kebakaran pada Pasar Sleman dipastikan tidak akan berpengaruh.

"Tidak akan berpengaruh, perbaikan pasar tradisional lainnya tetap berjalan," katanya.

Sedangkan dua los Pasar Sleman Unit I yang terbakar terdiri dari 32 lapak dan barang-barang milik 18 pedagang. Lapak yang terbakar terdiri dari warung kelontong, sepatu dan sandal, warung makan dan bahan plastik. "Kerugian sekitar Rp100 juta," katanya.
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar