Kecamatan Prambanan berupaya tekan kemiskinan melalui optimalisasi pariwisata

id Wabup Sleman,Kecamatan Prambanan,Pariwisata Prambanan,Kabupaten Sleman,Sleman

Kecamatan Prambanan berupaya tekan kemiskinan melalui optimalisasi pariwisata

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun (tengah) saat menghadiri Musrenbang Kecamatan Prambanan. Foto Antara/ HO-Humas Pemkab Sleman

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta berupaya mengoptimalkan potensi pariwisata yang ada di wilayah setempat untuk upaya penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Dalam upaya penanggulangan kemiskinan, salah satu program yang diprioritaskan ialah optimalisasi potensi wisata yang ada di Prambanan," kata Camat Prambanan Rasyid Ratnadi Sosiawan pada Musrenbang Kecamatan Prambanan Penyusunan RKPD Tahun 2021, di Komplek Candi Ratu Boko, Prambanan, Senin.

Menurut dia, optimalisasi pariwisata ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Sleman.

"Di Prambanan ini banyak muncul objek-objek wisata baru. Maka kita bekerja sama dengan pihak terkait untuk memperbaiki sarana dan prasarana, seperti pembangunan jalan dari Gunung Kidul ke Prambanan, pembangunan jembatan dan dengan pemerintah pusat untuk pembangunan tol," katanya.

Menurut dia, selain itu juga ada beberapa program pula yang akan ditekankan pada Musrenbang Kecamatan Pramban kali ini. Di antaranya terkait masalah kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan perbaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Sedangkan tema yang diangkat pada Musrenbang tersebut yakni "Mengoptimalkan Potensi Daerah Menuju Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat Sleman yang Berbudaya".

Sedangkan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dalam kesempatan yang sama kembali mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menekan angka kemiskinan yang ada di Kabupaten Sleman.

"Pemerintah Kabupaten Sleman menargetkan dapat menurunkan angka kemiskinan hingga delapan di tahun 2021," katanya.

Ia berharap melalui Musrenbang Kecamatan Prambanan tersebut, nantinya dapat dimunculkan program-program yang akan mendukung penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sleman.

"Ini perlu partisipasi kita bersama," katanya.

Ia mengatakan, upaya penurunan angka kemiskinan menunjukkan hasil yang positif. Pada 2018 jumlah KK miskin sebanyak 34.128 (9,48 persen).

"Angka tersebut mengalami penurunan pada 2019 menjadi 31.355 KK (8,77 persen) atau turun 0,71 persen. Kami optimistis dapat mencapai angka delapan pada 2021," katanya.
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar