Sinergi promosi wisata kawasan Joglosemar semakin digencarkan

id Joglosemar,wisata,super prioritas

Sinergi promosi wisata kawasan Joglosemar semakin digencarkan

Ilustrasi Titik Nol Kilometer Yogyakarta yang menjadi salah satu tujuan wisata di kota tersebut. ANTARA/Eka AR

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta semakin menggencarkan sinergi promosi wisata bersama pemerintah daerah lain yang berada di kawasan Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar) sehingga mampu meningkatkan perkembangan industri wisata di kawasan tersebut.

“Kawasan Joglosemar ini menjadi salah satu destinasi super prioritas untuk pengembangan pariwisata. Tentunya, pemerintah daerah perlu memberikan dukungan salah satunya dengan melakukan sinergi promosi wisata, baik dari Yogyakarta, Solo, dan Semarang,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Maryustion Tonang di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, salah satu bentuk sinergi promosi wisata antara Yogyakarta, Solo, dan Semarang akan diwujudkan dalam program Jogjavaganza 2020 Famtrip yang akan digelar pada 10 Februari dengan mengundang sekitar 110 biro perjalanan wisata.

Biro perjalanan wisata akan dikenalkan berbagai potensi destinasi wisata yang ada di ketiga kota tersebut yang bisa dijual ke wisatawan terlebih koneksi jalur darat antara Yogyakarta, Solo dan Semarang sudah cukup bagus sehingga ketiga kota tersebut mudah dikunjungi atau dijadikan sebagai satu paket tur wisata.

“Sinergi promosi wisata ini tentunya akan memberikan keuntungan bagi ketiga kota untuk mengembangkan industri wisata yang mereka miliki,” katanya.



Kota Yogyakarta, lanjut dia, juga terus melakukan pembenahan agar wisatawan tetap tertarik untuk datang dan berwisata di kota tersebut, salah satunya dengan menata jalur pedestrian di Jalan Suroto dan Jalan Jenderal Sudirman.

Keberadaan jalur pedestrian yang sudah tertata di kedua ruas jalan tersebut diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk menjelajahi kawasan cagar budaya Kotabaru. “Wisatawan bisa menikmati suasana Kotabaru yang dipenuhi dengan bangunan bergaya Indis,” katanya.



Selain itu, lanjut Maryustion, kawasan Malioboro masih tetap menjadi magnet utama untuk menarik minat wisatawan datang ke Yogyakarta terlebih kawasan tersebut juga terus berbenah dan diarahkan untuk menjadi kawasan semi pedestrian yang nyaman.

“Pemerintah Kota Yogyakarta juga mengelola Taman Pintar dan nantinya akan ada Taman Pintar Dua di Yogyakarta bagian selatan. Kedua destinasi wisata tersebut juga ikut kami promosikan,” katanya.

Maryustion menyebutkan untuk menjaga agar Yogyakarta tetap diminati sebagai tujuan wisata maka perlu terus melakukan peningkatan kualitas terhadap aspek aksesibilitas, atraksi, kenyamanan dan juga didukung oleh promosi yang gencar.



Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yetty Martanti mengatakan, sinergi promosi wisata Joglosemar tersebut ditujukan untuk lebih mengenalkan potensi wisata baru termasuk wisata kuliner.

“Misalnya Kota Yogyakarta memiliki Kotagede dan kawasan cagar budaya lain, dan Semarang dengan Kota Lama serta Solo dengan wisata kulinernya. Tentunya, perlu ada sinergi promosi yang baik untuk memperkenalkan potensi wisata tersebut,” katanya.

Kawasan Joglosemar, lanjut Yetty, merupakan kawasan wisata yang sangat mudah diakses apalagi ada empat bandara internasional yang ada di kawasan tersebut. “Keunggulan ini yang perlu ditindaklanjuti supaya industri pariwisata berkembang dengan baik,” katanya.
 

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar