PHRI DIY berharap harga bawang putih segera normal

id hotel,PHRI,bawang putih

PHRI DIY berharap harga bawang putih segera normal

Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta. (ANTARA/HO/PR. Grand Inna Malioboro)

Yogyakarta (ANTARA) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta berharap harga bawang putih segera kembali normal karena dikhawatirkan berpengaruh signifikan terhadap bisnis rertoran dan perhotelan di daerah itu.

"Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah karena kenaikannya luar biasa dan bisa mempengaruhi daya beli masyarakat," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, gejolak harga bawang putih belum terlalu terasa di kalangan pelaku usaha restoran atau perhotelan karena kegiatan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran (MICE) di hotel baik oleh instansi pemerintahan maupun swasta belum banyak.

"Masih belum terpengaruh signifikan karena saat ini hotel masih 'low season' (musim sepi pengunjung)," kata Deddy.

Public Relations Manager Grand Inna Malioboro Retno Kusuma membenarkan bahwa tingginya harga bawang putih belum berpengaruh signifikan terhadap layanan restoran di hotel itu.

Namun demikian, ia mengakui bawang putih merupakan salah satu komoditas penting untuk menjaga cita rasa sejumlah menu makanan di hotel itu.

Meski harga komoditas itu naik, menurut Retno, manajemen hotel tidak serta merta bisa menaikkan harga menu makanan untuk pengunjung.

"Kebutuhan bawang putih dan cabai tergolong mendesak. Di saat harga bawang impor naik, kami tak bisa menaikkan harga menu makanan atau mengurangi takaran bumbu," kata Retno.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Yanto Apriyanto mengatakan harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional di Kota Yogyakarta sudah berangsur menurun dibandingkan pekan sebelumnya.

Menurut dia, harga bawang putih yang sebelumnya masih di kisaran Rp55.000-Rp60.000 per kilogram (kg), berdasarkan pantauan di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta saat ini telah turun menjadi Rp38.000 per kg untuk harga terendah dan Rp40.000 per kg untuk harga tertinggi.

Penurunan harga bawang putih itu, menurut Yanto, disebabkan persediaan di kalangan pedagang dan distributor masih mencukupi

"Diharapkan pekan depan harga bawang putih kembali menurun menjadi Rp32.000 di tingkat pengecer," kata dia.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar