Siem Reap larang penjualan daging anjing

id siem reap,perdagangan daging anjing,konsumsi daging anjing,kamboja

Siem Reap larang penjualan daging anjing

Stop Konsumsi Anjing Seorang aktivis yang tergabung dalam Surabaya tanpa daging anjing menggendong anjing miliknya ketika kampanye di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (5/4/15). Dalam Aksinya mereka mengajak masyarakat untuk berhenti mengkonsumsi daging anjing dan kucing. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Phnom Penh (ANTARA) - Provinsi di Kamboja yang terkenal di kalangan wisatawan, Siem Reap, melarang perdagangan dan penyembelihan anjing untuk diambil dagingnya karena hewan tersebut dianggap setia dan mampu melindungi properti bahkan melayani militer.

Siem Reap yang terkenal dengan reruntuhan kuno Angkor Wat, adalah provinsi pertama yang mengeluarkan larangan seperti itu di Kamboja, di mana diperkirakan tiga juta anjing disembelih setiap tahun untuk dikonsumsi dagingnya.

Siem Reap, dikunjungi oleh lebih dari dua juta wisatawan setiap tahun, telah diidentifikasi sebagai pusat perdagangan daging anjing di Kamboja, menurut kelompok kesejahteraan hewan FOUR PAWS.

Direktur Departemen Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Provinsi Siem Reap Tea Kimsoth mengatakan permintaan itu didorong oleh wisatawan asing, terutama asal Korea Selatan, yang termasuk di antara pengunjung yang paling sering mengonsumsi.

"Daging anjing telah jauh lebih populer setelah kedatangan orang asing, terutama diantara orang Korea Selatan," kata Tea Kimsoth kepada Reuters, dan menyebut bahwa perdagangan semacam itu semakin "mengkhawatirkan".

"Mereka menyukainya, itu sebabnya restoran-restoran menyajikannya, jadi sekarang kami perlu melarangnya," ia melanjutkan.

Siapa pun yang kedapatan menjual daging anjing akan diharuskan menandatangani perjanjian untuk tidak melakukannya lagi, kemudian didenda jika kembali melakukan pelanggaran.

Larangan itu mengatakan anjing tidak boleh disembelih karena mereka adalah hewan peliharaan setia yang mampu melindungi rumah dan peternakan dan membantu militer.

Meskipun banyak kampanye menentangnya, konsumsi dan perdagangan daging anjing masih terjadi di beberapa bagian Laos, Vietnam, Kamboja, dan Thailand, meskipun anjing dicintai sebagai hewan peliharaan keluarga.

Di antara konsumen terbesar anjing yang diperdagangkan adalah Vietnam, di mana beberapa orang percaya bahwa makan daging anjing membawa keberuntungan.

Katherine Polak, kepala FOUR PAWS Stray Animal Care di Asia Tenggara, menyebut larangan yang diterapkan Siem Reap bersejarah dan mencerminkan sentimen publik.

"Kami berharap bahwa Siem Reap akan menjadi model bagi seluruh negara," katanya.

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar