Kulon Progo mendukung percepatan pembangunan jalan Bandara YIA-Borobudur

id Jalan Bandara YIA-Borobudur,Nanggulan,Kulon Progo

Kulon Progo mendukung percepatan pembangunan jalan Bandara YIA-Borobudur

Petugas mulai meninaju jalan Nanggulan-Kalibawang untuk menentukan titik-titik ordinat pelebaran jalan pendukung Jalan Bandara YIA-Borobudur. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kapanewon/Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendukung percepatan pelebaran akses jalan Nanggulan-Kalibawang untuk memperlancar arus kendaraan dari Bandara Internasional Yogyakarta sampai wisata Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Panewu/Camat Nanggulan Duana Heru Supriyanta di Kulon Progo, Jumat, mengatakan kondisi saat ini jalan antara Ngeplang sampai dengan Kalibawang sudah sangat baik namun sempit, sehingga pemerintah pusat memperlebar jalan tersebut dengan standar tujuh meter.

"Pelebaran jalan tersebut memang dimaksudkan untuk memenuhi standar lebar jalan untuk mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur sehingga waktu tempuh dari Borobudur ke Bandara YIA bisa lebih singkat. Kami sangat mendukung pelebaran jalan ini," kata Duana.

Ia mengatakan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) memerlukan akses jalan yang baik sehingga jarak tempuh dan waktu tempuh juga semakin singkat.

Bandara YIA ini juga telah menghidupkan perekonomian di Kulon Progo misalnya objek wisata, sektor bisnis, kuliner dan lain sebagainya.

"Kami berharap dengan pelebaran jalan ini juga membangkitkan perekonomian masyarakat Nanggulan dan mengembangkan potensi lokal, mulai dari pariwisata hingga kuliner," katanya.

Anggota Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Prop DIY Setiawan Wibowo mengatakan bahwa pelebaran jalan dimulai dari Jembatan Progo, Klangon, sampai dengan Wijimulyo yang meliputi 22 segmen yaitu di Kalurahan/Desa Banjaroyo, Banjarharjo, Banjararum, Banjarasri, Kembang, Jatisarono dan Wijimulyo sepanjang 15,65 km.

Pelebaran jalan ini akan mengenai pohon sejumlah 65 batang, PJU dan tiang listrik PLN. Peningkatan jalan kecil lima meter menjadi tujuh meter. Namun tidak ada pembebasan lahan, hanya memaksimalkan bahu jalan dengan memakai lapisan rabat beton dan aspal setebal empat cm.

Nilai kontrak pelebaran jalan ini sebesar Rp22,16 miliar yang bersumber dari APBN. Terkait dengan JORR (Jogja Outer Ring Road) menjadi perencanaan jangka panjang belum akan dibangun dalam waktu dekat, sehingga sementara belum akan dilaksanakan. Nantinya JORR apabila sesuai dengan standar maka akan menjadi empat lajur dengan dua arah ada devider, dengan lebar jalan minimal 14 meter karena setiap lajur lebarnya 3,5 meter. Apabila dihitung dengan bahu dan drainasenya maka akan membutuhkan lahan minimal selebar 18 meter.

"Kami berharap masyarakat di Nanggulan dan Kalibawang mendukung program pemerintah ini," harapnya.

Manajer proyek Jasa yaitu PT Arena Reka Buana Eri menjelaskan bahwa pelebaran jalan saat ini hanya melebarkan menjadi tujuh meter, mengoptimalkan bahu jalan yang saat ini ada sehingga tidak perlu ada pembebasan lahan. Galian jalan sedalam 40 cm dengan lapisan rapat beton dan aspal setebal 4 cm.

"Kami mohon maaf kepada masyarakat bila terganggu perjalanannya, karena ada proyek ini," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar