Pasien sembuh dari COVID-19i DIY bertambah menjadi 1.440 orang

id Pasien sembuh,Yogyakarta

Pasien sembuh dari COVID-19i DIY bertambah menjadi 1.440 orang

Ilustrasi - Petugas beraktivitas di Laboratorium Virologi Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta. (ANTARA/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 di wilayah itu pada Kamis (17/9) bertambah 20 sehingga total menjadi 1.440 orang.

"Laporan jumlah kasus sembuh sebanyak 20 kasus, sehingga total kasus sembuh menjadi sebanyak 1.440," kata Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih melalui keterangan resminya di Yogyakarta, Kamis.

Ia mengatakan jika dilihat berdasarkan wilayah domisili, 20 pasien sembuh itu terdiri atas dua kasus asal Kota Yogyakarta, 10 kasus Kabupaten Bantul, empat kasus Gunung Kidul, satu kasus Kabupaten Sleman, serta tiga kasus asal Kulon Progo.
 

Selain pasien sembuh, Berty juga mencatat 41 tambahan pasien terkonfirmasi positif, sehingga jumlah kasus positif COVID-19 di DIY menjadi 1.984 kasus.

Ia mengatakan berdasarkan wilayah domisili, 41 pasien yang tercatat sebagai kasus 1.949 sampai 1.989 itu terdiri atas enam kasus asal Kabupaten Bantul, 25 kasus asal Sleman, delapan kasus dari Kota Yogyakarta, serta dua dari Kulon Progo.

Sementara itu, jika mengacu riwayat kasusnya, kata dia, delapan di antaranya merupakan hasil skrining karyawan kesehatan, dua kasus skrining pekerjaan, dua kasus skrining pasien, 15 kasus tracing kontak kasus, lima kasus perjalanan luar daerah, serta sembilan kasus masih dalam penelusuran.
 

Menurut Berty, tambahan kasus pada Kamis ini berasal dari hasil pemeriksaan laboratorium di DIY terhadap 675 sampel spesimen dari 647 orang.

Berdasarkan data dari rumah sakit rujukan, ia mencatat total suspek COVID-19 hingga Kamis tercatat 12.081 orang.

Dari jumlah saspek tersebut, 1.984 orang terkonfirmasi positif di mana 1.440 orang di antaranya sembuh dan 53 orang meninggal.





 

 

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar