Penempatan kembali pedagang Pasar Prawirotaman pada akhir Oktober

id Pasar Prawirotaman,penempatan kembali,pedagang,oktober

Penempatan kembali pedagang Pasar Prawirotaman pada akhir Oktober

Dokumentasi - Proses revitalisasi Pasar Prawirotaman Yogyakarta menjadi bangunan empat lantai dengan konsep “green building”, 2 Juli 2020. (Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Penempatan kembali pedagang Pasar Prawirotaman, Kota Yogyakarta, dari los sementara ke bangunan pasar aru ditargetkan dapat dilakukan pada akhir Oktober setelah dilakukan penentuan los dengan sistem undian pada pertengahan Oktober.



“Akhir Oktober sudah menempati bangunan pasar yang baru. Tetapi terlebih dulu akan dilakukan undian untuk penentuan los yang akan ditempati. Diundi sesuai dengan zonasinya karena tiap lantai sudah ditentukan zonasi sesuai jenis barang yang dijual pedagang,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono di Yogyakarta, Selasa.



Dengan demikian, lanjut Yunianto, pedagang tidak bisa bertindak sesuai dengan kemauan masing-masing untuk menempati los yang diinginkan bahkan dimungkinkan adanya perubahan jenis dagangan yang harus dilakukan pedagang sesuai dengan zonasi yang ditempati.



Sebanyak 619 pedagang Pasar Prawirotaman akan menempati lantai satu hingga lantai tiga pasar dari total empat lantai di bangunan pasar yang baru. Lantai satu akan diperuntukkan bagi pedagang daging, ikan basah, serta bahan kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula pasir dan lainnya.



Lantai dua akan digunakan untuk pedagang sayur dan kebutuhan pokok yang sifatnya mudah rusak atau tidak tahan lama.



Lantai tiga pasar akan digunakan untuk berjualan buah-buahan, jajanan, pecah belah, kelontong dan warung makan supaya sinkron dengan penggunaan lantai empat pasar untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Yogyakarta.



Sebelum melakukan undian untuk penentuan los, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta akan melakukan sosialisasi ke pedagang terkait berbagai aturan yang harus ditaati pedagang di pasar yang baru selesai dibangun tersebut.



Hal tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pasar tradisional sehingga memiliki manajemen yang modern, selalu bersih, dan menjadi pasar yang sehat.



“Bangunan pasar pun sangat mendukung karena dibangun menggunakan konsep green building yang hemat energi. Selain itu, ada aturan larangan merokok di pasar. Kami benar-benar ingin menjadikan pasar ini sebagai pasar tradisional yang modern,” katanya.



Ia meminta pedagang tidak risau jika harus menempati lantai dua atau tiga pasar karena pasar juga sudah dilengkapi dengan lift serta travelator.



“Akses pun tidak sulit. Tetapi, kami berharap pedagang tidak menyimpan barang dagangan mereka di pasar seperti yang selama ini dilakukan yaitu disimpan di lemari. Makanya, tidak ada lagi kios tetapi semuanya dalam bentuk los. Penyimpanan bisa dilakukan di bawah meja jualan,” katanya.



Dengan perubahan kondisi bangunan pasar dan fasilitas di dalamnya, maka Pasar Prawirotaman yang semula menjadi pasar kelas tiga akan naik kelas menjadi pasar kelas satu.



Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Prawirotaman Paryanto Abdul Razak masih berharap diperbolehkan membawa lemari untuk menyimpan barang dagangan di pasar.



“Ada saja barang yang harus disimpan di lemari. Jadi tidak perlu dibawa pulang tiap hari. Kami pun akan merasa lebih tenang,” katanya.



Sedangkan untuk kondisi los yang akan ditempati, Paryanto mengeluh menjadi lebih sempit yaitu 2x3 meter persegi sehingga akan menyulitkan pedagang untuk leluasa bergerak melayani konsumen.



 

Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar